D’Youth Fest 6.0 Hadir Lebih Kolaboratif, BKraf Denpasar Perluas Ruang Kreativitas
- 13 Jun 2026 10:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Kreatif Denpasar (BKraf Denpasar) kembali menggelar D’Youth Fest 6.0 dengan konsep yang lebih kolaboratif, produktif, dan inklusif. Tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi kreativitas, festival ini dirancang sebagai ruang bertemunya ide, jejaring, serta peluang pengembangan kapasitas generasi muda di Kota Denpasar.
Ketua BKraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, mengatakan D’Youth Fest 6.0 membawa sejumlah inovasi yang membedakannya dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Festival ini diarahkan menjadi wadah pertumbuhan bagi generasi kreatif sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru.
“D’Youth Fest 6.0 bukan hanya festival anak muda atau ruang hiburan semata, tetapi kami desain sebagai ruang bertumbuh bagi generasi kreatif Kota Denpasar. Sesuai arahan Bapak Wali Kota Denpasar, festival ini harus menjadi ruang temu ide, kreativitas, dan peluang produktif agar anak muda tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi terdorong menjadi pelaku kreatif yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Ari, Jumat 12 Juni 2026.
Salah satu pembeda utama pada penyelenggaraan tahun ini adalah semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor. BKraf Denpasar menggandeng berbagai organisasi profesi, komunitas, hingga jejaring kreatif regional untuk memperkuat ekosistem kreativitas anak muda.
Beberapa pihak yang terlibat antara lain Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) se-Bali. Keterlibatan IAI membuka ruang diskusi mengenai arsitektur dan tata ruang hijau, sementara HIPMI dihadirkan untuk mempertemukan kreativitas anak muda dengan dunia kewirausahaan.
Menurut Ari, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi peserta festival.
“Kalau sebelumnya anak muda datang hanya untuk menikmati konser atau hiburan, tahun ini kami berharap mereka pulang membawa wawasan baru, relasi yang lebih luas, serta terbukanya kemungkinan kolaborasi dan pengembangan usaha,” katanya.
Mengusung tema “Regrow: Feel The Growth” dengan filosofi Nguripang Rasa, D’Youth Fest 6.0 menempatkan generasi muda sebagai pusat pertumbuhan ekosistem kreatif. Berbagai kegiatan disiapkan mulai dari workshop, diskusi, pameran komunitas, aktivasi ekonomi kreatif, hingga ruang pembelajaran lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan anak muda saat ini.
Festival ini juga menghadirkan sejumlah program unggulan komunitas, seperti kompetisi teater remaja Operet This Week (OTW), Glory of Youth untuk ekosistem esports, ARC (Area Creator) sebagai ruang budaya pop dan cosplay, pameran mural, film, tattoo expo, serta parade komunitas lintas minat. Selain itu, keterlibatan komunitas pada tahun ini semakin beragam dengan hadirnya unsur kreatif dari bidang arsitektur, desain interior, psikologi, esports, mural, teater, film, ilustrasi, lingkungan, kewirausahaan muda, sepak bola, hingga forum anak daerah.
Antusiasme masyarakat terhadap D’Youth Fest juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah pengunjung yang pada penyelenggaraan pertama masih berada di bawah 10 ribu orang, kini meningkat menjadi lebih dari 30 ribu pengunjung pada D’Youth Fest 5.0.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu festival kreatif anak muda yang dinantikan masyarakat Denpasar.
“Antusiasme publik terus meningkat dari tahun ke tahunnya, tercermin dari semakin padatnya partisipasi pengunjung dan komunitas. D’Youth dapat menjadi ruang bersama yang inklusif bagi tumbuhnya kreativitas anak muda Denpasar,” jelas Ari.
Selain memperkuat ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 juga mengusung semangat keberlanjutan melalui penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama pelaksanaan festival. Langkah ini dilakukan sebagai upaya edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.
BKraf Denpasar berharap festival ini tidak hanya meninggalkan kesan sebagai ajang hiburan yang meriah, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Kami mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur agar generasi muda dapat belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari.
Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, D’Youth Fest 6.0 diharapkan menjadi ruang produktif bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi diri dalam ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....