Bank Indonesia Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Kalsel

  • 10 Jun 2026 11:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa, 10 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan mata uang negara, mencerdaskan generasi bangsa, dan mendukung digitalisasi sistem pembayaran nasional.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, mengatakan ekspedisi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan uang rupiah hingga wilayah terluar Indonesia, Khususnya di Kalsel. Dalam hal ini, Bank Indonesia berupaya menghadirkan layanan kas kepada masyarakat yang berada di daerah dengan akses terbatas.

“ERB 2026 menyasar lima wilayah kepulauan yang masuk kategori daerah terluar, terdepan, dan terpencil, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, dan Pulau Laut Timur. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sema tujuh hari mulai 9 hingga 15 Juni 2026,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Hiu-634 sebagai sarana transportasi menuju wilayah sasaran. Ekspedisi ini juga membawa uang tunai Rp15 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat di kawasan kepulauan tersebut.

ERB merupakan agenda strategis tahunan yang dilaksanakan untuk menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup, tepat pecahan, dan layak edar. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan layanan kas di wilayah yang memiliki tantangan geografis.

“Sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran distribusi uang hingga ke daerah terpencil. Kolaborasi ini memungkinkan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan menjangkau wilayah yang sulit diakses,” ucapnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan ERV 2026 dapat berjalan lancar, aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan. Selain memastikan ketersediaan uang layak edar, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat pada rupiah dan mendorong percepatan inklusi keuangan di daerah 3T.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....