Buka MTQ XXXI, Gubernur Deklarasikan NTB Jadi Serambi Al-Qur'an

  • 10 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah, Lombok Tengah
  • Gubernur mendeklarasikan kebangkitan kembali tradisi tilawatil Qur'an dan mencanangkan visi menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai "Serambi Al-Qur'an" Indonesia
  • MTQ mengusung tema "Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan Lil Alamin" dan dihadiri ribuan masyarakat dari seluruh NTB
  • Pembukaan MTQ dimeriahkan dengan defile kontingen kabupaten/kota se-NTB dan tarian kolosal yang dibimbing seniman Lalu Suryadi Mulawarman
  • Gubernur menegaskan MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur'an, tetapi upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Gubernur Lalu Muhamad Iqbal secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah, Lombok Tengah, Selasa 9 Juni 2026 malam. Pada kesempatan tersebut, Gubernur mendeklarasikan kebangkitan kembali tradisi tilawatil Qur’an sekaligus menegaskan komitmen untuk menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai “Serambi Al-Qur’an” di Indonesia.

Perhelatan keagamaan yang mengusung tema “Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan Lil Alamin” berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah di NTB. Acara pembukaan dimeriahkan dengan defile kontingen dari seluruh kabupaten dan kota se-NTB serta penampilan tarian kolosal yang dibimbing seniman Lalu Suryadi Mulawarman.

Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi seni membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari upaya bersama untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia.“Nilai-nilai Al-Qur’an yang tumbuh di tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat harus terus kita hidupkan sebagai sumber persaudaraan, kedamaian, dan kemajuan. Kita tumbuh dengan masjid-masjid yang menjadi pusat kehidupan masyarakat, dengan pesantren yang melahirkan generasi berilmu, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bersama,” ujar Gubernur.

Melihat kemegahan penyelenggaraan MTQ tahun ini, Gubernur mengaku bangga dan menilai kualitas acara pembukaan memiliki standar yang setara dengan ajang nasional.“Saya setuju bahwa ini adalah pembukaan MTQ tingkat provinsi rasa nasional. Melalui kegiatan yang sangat membanggakan ini, kita deklarasikan kebangkitan kembali tilawatil Qur’an NTB. Jika Aceh menjadi Serambi Mekah, insyaallah kita akan jadikan NTB ke depan sebagai Serambi Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan NTB untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional bahkan internasional apabila mendapat dukungan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menjelaskan filosofi tema “Masmirah” yang diangkat pada MTQ tahun ini. Menurutnya, Lombok Tengah diibaratkan sebagai emas yang bernilai tinggi dan harus dikelilingi oleh “mirah” atau batu permata yang memperindah dan memperkuat nilainya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai program daerah yang bertujuan memberikan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah secara rutin memberangkatkan umrah bagi para juara hafiz dan hafizah. Hingga saat ini, lebih dari 520 penghafal Al-Qur’an telah menerima program tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan insentif kepada guru ngaji dan menjalankan program beasiswa bagi hafiz-hafizah dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan kedokteran.“Kami juga menyekolahkan para hafiz-hafizah dari keluarga miskin untuk menjadi dokter. Program ini bersumber dari sedekah sukarela seluruh pegawai negeri sebesar lima ribu rupiah. Hari ini, anak-anak kita sudah menjalani masa koas, dan sebanyak 18 orang akan segera lulus menjadi dokter penghafal Al-Qur’an,” jelas Pathul Bahri.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ NTB juga datang dari Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M. Hanafi. Ia menilai kemeriahan MTQ di NTB masih menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan MTQ Nasional di NTB pada tahun 2016 menjadi bukti kemampuan daerah ini dalam menggelar event keagamaan berskala besar.“Oleh karena itu, saya berharap suatu saat nanti Nusa Tenggara Barat bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat internasional. Saya yakin, melalui visi besar Bapak Gubernur dan tema dari Bapak Bupati, dari Bumi Gora inilah kita akan memperkenalkan Al-Qur’an kepada dunia,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026, pemerintah daerah berharap semangat mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin mengakar di tengah masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi besar NTB sebagai pusat pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an dan peradaban Islam di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....