Rupiah Terus Melemah, Potensi PHK di Cianjur Mengintai

  • 09 Jun 2026 20:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat muncul kekhawatiran di kalangan pekerja potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun hingga saat ini, serikat pekerja mengaku belum menemukan indikasi PHK massal di berbagai sektor industri.

Wakil Ketua Umum Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Cianjur, Asep Saepul Malik, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi ketenagakerjaan di berbagai daerah untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi terhadap dunia kerja.

“Kalau melihat situasi sampai hari ini, belum ada kejadian yang masif terkait gelombang PHK. Memang isu dan kekhawatiran itu ada, tetapi berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan ke sejumlah daerah, belum ditemukan laporan PHK besar-besaran,”kata Asep, 8 Juni 2026.

Menurutnya, FSPMI secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai wilayah industri guna memonitor kondisi perusahaan dan tenaga kerja. Sejumlah daerah yang telah dipantau antara lain Tegal, Pemalang, Lampung, serta beberapa wilayah di Jawa Timur.

Meski belum terdapat gelombang PHK massal, Asep mengakui kondisi ekonomi global dan dinamika geopolitik dunia tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi stabilitas industri nasional.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah pusat bersama unsur serikat pekerja dan pemangku kepentingan lainnya dikabarkan akan membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) dalam waktu dekat.

“Dalam satu hingga dua minggu ke depan akan dibentuk Satgas PHK yang dipimpin langsung oleh Menteri Sekretaris Negara. Ini merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di sektor ketenagakerjaan,” ujarnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....