Kemandirian Masyarakat Jadi Kunci Ketangguhan Hadapi Bencana di Jatim
- 09 Jun 2026 17:01 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam kini menjadi fokus utama di Jawa Timur. Dengan kondisi geografis yang rawan terhadap berbagai potensi bencana, kesadaran kolektif untuk tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah mulai tumbuh. Masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan diri dan lingkungan sekitar saat situasi darurat terjadi.
Sekretaris Jenderal Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, Sudarmanto, dalam dialog bersama RRI Sampang di program Kentongan bertema “Kemandirian Masyarakat Menghadapi Bencana”, menekankan bahwa kunci utama ketangguhan adalah kecepatan bertindak. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap mitigasi harus terus ditingkatkan agar tidak gagap saat bencana datang.
“Peringatan dini hanyalah sebuah informasi; yang menyelamatkan nyawa adalah tindakan nyata setelah informasi itu diterima,” tegasnya, Selasa 9 Juni 2026.
Sudarmanto juga menyoroti pentingnya Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai wadah pelatihan masyarakat untuk membaca tanda-tanda alam dan memahami prosedur evakuasi secara mandiri.
“Dengan adanya Destana, jeda waktu antara peringatan dini dan tindakan penyelamatan bisa dipangkas sekecil mungkin,” ucapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara relawan dan warga lokal menjadi mesin penggerak kemandirian. FPRB Jatim berkomitmen mendampingi warga melalui simulasi rutin agar respon terhadap peringatan dini menjadi refleks alami.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan budaya sadar bencana sebagai gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.
Kemandirian yang kokoh lahir dari pengetahuan yang dipraktikkan secara konsisten. Jawa Timur yang tangguh hanya bisa terwujud jika setiap individu memiliki kesiapsiagaan tinggi dan mampu mengambil langkah cepat saat sirine bahaya berbunyi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....