Kemenko PMK dan Disdik Jabar Perkuat Sinergi Pendidikan untuk Cetak SDM Siap Kerja

  • 06 Jun 2026 19:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran menjadi salah satu fokus utama yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa BaraT.

Forum tersebut menjadi wadah sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya terkait peningkatan kualitas lulusan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu diarahkan pada langkah-langkah nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan.

Menurutnya, tantangan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga bagaimana sekolah mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Rakorda ini harus menjadi ruang konsolidasi kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing,” ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menilai bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana dan anggaran besar, tetapi juga harus diiringi penguatan karakter peserta didik sejak dini.

Menurut Purwanto, guru memiliki peran sentral dalam membentuk mental, sikap, dan nilai-nilai yang akan menjadi bekal siswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. “Guru adalah jantung pelayanan pendidikan. Karakter dan kesiapan mental peserta didik menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Disdik Jabar juga mendorong kepala sekolah, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar produktif sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja.

Melalui kemitraan yang lebih erat dengan industri, sekolah diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor usaha. Purwanto menambahkan bahwa budaya sekolah yang disiplin, bersih, dan kondusif harus terus dibangun sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

“Karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dibangun melalui kebiasaan dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Melalui penguatan kompetensi guru, peningkatan kreativitas kepala sekolah, serta perluasan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah berharap lulusan pendidikan di Jawa Barat mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan sektor industri dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan target pembangunan nasional, sekaligus menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi dan pasar kerja di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....