Penyalahgunaan Narkoba Naik, Vape Jadi Sorotan BNNK Tabalong
- 05 Jun 2026 19:02 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tren penggunaan vape di kalangan remaja menjadi perhatian serius dalam dialog RRI Pro2 Banjarmasin, Kamis, 4 Juni 2026. Fenomena ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyalahgunaan narkoba yang kini menyasar generasi muda secara lebih luas.
Kasubbag Umum Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tabalong, Heru Irwan Permana, mengungkapkan prevalensi penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada masa depan generasi muda.
“Angkanya naik, yang semula 1,7 persen menjadi 2,1 persen,” ujarnya. “Hal ini disebabkan oleh banyaknya NPS yang beredar bebas, salah satunya melalui vape.”
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh peredaran New Psychoactive Substance (NPS) yang kini semakin mudah ditemukan. NPS merupakan jenis zat psikoaktif baru yang belum terdaftar secara luas, namun memiliki potensi bahaya besar bagi kesehatan penggunanya.
Beberapa contoh NPS di antaranya tembakau sintetis atau tembakau gorila, serta cairan vape yang mengandung ketamin, etomidate, dan nitrous oxide. Penggunaan zat-zat tersebut sering kali tidak disadari karena dicampurkan ke dalam liquid vape yang digunakan oleh para remaja.
Koordinator Riset BNNK Tabalong, M. Ilman Abrar, menjelaskan bahwa risiko vape akan semakin tinggi apabila dicampur dengan zat-zat berbahaya. Efek yang ditimbulkan tidak selalu langsung terlihat, namun dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan perilaku pengguna.
“Kita tahu vape sendiri memiliki risiko bagi kesehatan dari kandungannya,” ujarnya. “Apalagi jika ditambah dengan zat-zat berbahaya seperti ketamin.”
BNNK Tabalong mengingatkan generasi muda untuk tidak mulai mencoba rokok maupun vape karena keduanya dapat menjadi pintu masuk menuju ketergantungan zat adiktif. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya narkoba.
Selain itu, peran keluarga dan sekolah sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang terbuka dan mendukung. Pengawasan terhadap pergaulan serta edukasi yang berkelanjutan dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
BNNK Tabalong juga menilai pengawasan penjualan vape perlu diperketat, termasuk dengan mewajibkan penjual memeriksa identitas pembeli. Langkah tersebut diharapkan dapat membatasi akses remaja terhadap produk yang berpotensi disalahgunakan dan melindungi generasi muda dari bahaya zat adiktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....