Percikan Mesin Las Diduga Picu Kebakaran Bengkel Mobil di Melong Cimahi

  • 04 Jun 2026 21:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Percikan api dari mesin las diduga menjadi pemicu kebakaran yang melanda Bengkel Mobil Automate di Jalan Melong Green RT 04 RW 23, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis 4 Juni 2026 sore. Insiden tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga setelah asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan menghanguskan sebagian area bengkel milik Unang yang berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Warga yang melihat kobaran api segera berupaya melakukan pemadaman sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan laporan kejadian diterima petugas pada pukul 16.36 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan personel dan armada pemadam.

“Kami menerima laporan pukul 16.36 WIB dan langsung mengerahkan tiga unit mobil pancar, satu unit rescue, serta 12 personel ke lokasi kejadian,” ujar Aep saat dikonfirmasi.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.46 WIB dan segera melakukan pemadaman serta pendinginan. Respons cepat tersebut membuat api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar bengkel.

Objek yang terbakar merupakan bengkel seluas sekitar 40 meter persegi yang berada di area seluas 350 meter persegi. Berdasarkan hasil pendataan awal, api diduga berasal dari percikan mesin las yang mengenai selang bahan bakar saat proses pengerjaan kendaraan berlangsung.

Menurut keterangan karyawan, percikan api saat pengelasan tiba-tiba menyambar selang bensin hingga memicu kobaran api yang membesar dalam waktu singkat. Upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya tidak berhasil sehingga warga segera meminta bantuan petugas damkar.

Lokasi kebakaran yang berada di tengah lingkungan padat penduduk sempat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perambatan api ke rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk mengisolasi titik api agar tidak meluas.

“Risiko penjalaran sangat tinggi karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, namun api berhasil kami lokalisasi sehingga tidak merambat ke bangunan sekitar,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh penghuni di sekitar lokasi berhasil dievakuasi dengan aman. Sebanyak 10 jiwa dilaporkan selamat dari potensi bahaya yang ditimbulkan kebakaran.

Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Nilai tersebut terdiri dari kerusakan bangunan sebesar Rp25 juta dan kerugian isi atau peralatan bengkel sekitar Rp75 juta.

Petugas menduga penyebab kebakaran masuk dalam kategori kelalaian karena adanya bahan bakar yang berada dekat dengan sumber panas saat proses pengelasan berlangsung. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya percikan api yang dapat memicu kebakaran.

Meski demikian, nilai aset yang berhasil diselamatkan jauh lebih besar dibandingkan kerugian yang ditimbulkan. Petugas berhasil melindungi sejumlah bangunan dan barang berharga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Aset yang berhasil diamankan meliputi bengkel las senilai Rp150 juta, rumah tinggal sekitar Rp400 juta, gudang material kayu senilai Rp200 juta, serta berbagai barang dan peralatan dengan nilai sekitar Rp150 juta. Jika penanganan terlambat dilakukan, kerugian diperkirakan dapat mencapai angka yang jauh lebih besar.

Saat ini petugas masih melakukan pendataan lanjutan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Masyarakat dan pelaku usaha bengkel juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan kerja.

“Jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api, sediakan alat pemadam api ringan, dan pastikan pekerja memahami prosedur keselamatan saat melakukan pengelasan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....