Hari Lahir Pancasila Perkuat Nilai Pelajar Indonesia

  • 02 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Lahir Pancasila menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan memperkuat penanaman nilai Pancasila dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari- hari peserta didik.peringatan ini dinilai penting dalam menjaga arah pendidikan nasional agar tetap berlandaskan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam perkembangan sistem pendidikan nasional, pemerintah melakukan berbagai upaya memastikan nilai-nilai Pancasila terintregasi secara kuat di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui perubahan. Nomenklatur mata pelajaran dari PPKn menjadi Pendidikan Pancasila pada tahun ajaran 2023-2024.

Perubahan ini dimaksudkan agar Pancasila tidak hanya dipahami sebagai konsep atau teori semata. Melalui pendekatan ini, nilai dasar negara diharapkan dapat diinternalisasikan secara lebih mendalam dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pengamat pendidikan, Reja Pahlevi, menilai penguatan karakter Pancasila dalam sistem pendidikan tercermin melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter peserta didik yang sesuai nilai kebangsaan.

“Internalisasi atau penguatan karakter Pancasila dalam sistem pendidikan nasional juga terwujudnya atau dibuatnya yang dinamakan Profil Pelajar Pancasila. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan menguatkan karakter yang masuk dalam nilai Pancasilais yang termaktub dalam sila 1 sampai sila 5,” ujarnya.

Reja menilai implementasi Pendidikan Pancasila maupun Profil Pelajar Pancasila masih cenderung berfokus pada aspek kognitif atau pengetahuan. Ia mengatakan proses pembelajaran masih banyak yang berfokus pada hafalan, yang mana belum sepenuhnya menyentuh praktik di kehidupan sehari-hari.

“Peran sekolah dan guru menjadi sangat penting dalam menguatkan implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan. Guru juga perlu menghadirkan keteladanan dan membangun budaya sekolah yang mencerminkan nilaiPancasila,” ucapnya.

Dalam hal ini, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai kebiasaan yang di bentuk melalui keteladanan dan praktik. Hal ini guna nilai-nilai tersebut benar-benar hidup dalam lingkungan pendidikan dan tercermin dalam perilaku generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....