Guru SD dan SMP di Sumenep Didorong Aktif Menulis Karya Ilmiah
- 02 Jun 2026 10:39 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pendidik terus dilakukan di Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi guru SD dan SMP yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) di Gedung Ki Hajar Dewantara dan diikuti 57 guru dari berbagai wilayah, Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis guru sekaligus mendukung penguatan literasi di lingkungan sekolah.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning atau perpaduan pembelajaran luring dan daring pada 2 hingga 3 Juni 2026. Sesi luring berlangsung pada 2 Juni 2026 di Gedung Ki Hajar Dewantara, sedangkan sesi berikutnya dilaksanakan secara daring.
Dalam sambutannya, Iksan mengapresiasi inisiatif DPKS yang menggelar pelatihan tersebut karena dinilai menunjang tugas utama guru sebagai pendidik.
"Saya sangat apresiatif atas kegiatan ini. Semoga dapat menambah jam terbang bapak dan ibu guru dalam hal tulis-menulis," ujar Iksan.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga tuntas agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari materi yang diberikan.
Sementara itu, Ketua DPKS Sumenep, Mulyadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi yang hingga kini masih menjadi tantangan di dunia pendidikan Indonesia.
"Kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi literasi membaca peserta didik Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan. Minat baca yang rendah tentu akan sulit melahirkan karya tulis yang baik," jelas Mulyadi.
Menurut Mulyadi, menulis merupakan keterampilan yang lahir dari kebiasaan membaca secara konsisten. Karena itu, guru perlu menjadi teladan dalam membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan pendidikan.
"Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, kami berharap para alumni menjadi pelopor literasi di kecamatan masing-masing. Perlu istiqamah dan konsisten untuk terus berkarya dan menulis," ucapnya.
Mulyadi menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat menulis di kalangan guru. Sebab, satu karya tulis yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Dalam pelatihan, peserta didorong menyusun artikel ilmiah dengan tema pendidikan digital, pendidikan bahasa Madura, dan pendidikan ramah anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....