Hari Lahir Pancasila, Pemda Lotim Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Persatuan
- 02 Jun 2026 06:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Mulai dari ketidakpastian global, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik dunia.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin, 1 Juni 2026. Dalam amanat tersebut disebutkan bahwa Pancasila telah menjadi perekat bangsa yang memungkinkan Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa, tetap berdiri kokoh dalam bingkai persatuan.
Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Pancasila juga menjadi fondasi utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi karakter bangsa dinilai sangat relevan dalam menjembatani perbedaan dan meredam konflik di tingkat global.
“Dunia saat ini membutuhkan pendekatan dialogis yang mengedepankan kebijaksanaan dan kemanusiaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi kontribusi penting Indonesia bagi perdamaian dunia,” demikian kutipan amanat tersebut.
Lebih lanjut disampaikan, implementasi sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dalam berbagai peran aktif Indonesia di tingkat internasional, seperti keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan. Melalui berbagai langkah tersebut, Indonesia menunjukkan bahwa perdamaian sejati tidak hanya berarti ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila ini, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar teks sejarah, melainkan harus menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan ekonomi, sosial, dan teknologi agar tetap berada pada koridor moral dan kemanusiaan.
Selain itu, Kepala BPIP juga menginstruksikan para menteri dan kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan prinsip keadilan sosial. Kebijakan yang dihasilkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam pembangunan.
Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat persatuan dengan melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham yang berpotensi mengancam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Amanat tersebut ditutup dengan ajakan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang kuat karena persatuan, religiusitas, serta nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Lombok Timur diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Daerah Lombok Timur, TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....