Wukuf di Arafah Jadi Momentum Muhasabah Diri

  • 31 Mei 2026 17:57 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Seluruh rangkaian ibadah tersebut menjadi bentuk penghambaan total seorang muslim kepada Allah Swt di Tanah Suci Makkah.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Norlaila, dalam acara Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 26 Mei 2026. Menurutnya, setiap tahapan dalam ibadah haji mengandung nilai pendidikan dan pembinaan diri yang mendalam.

Ia menjelaskan, rangkaian ibadah haji diawali dengan ihram yang ditandai penggunaan pakaian sederhana oleh seluruh jemaah. Pakaian ihram menjadi simbol kesetaraan tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan.

“Pada saat mengenakan ihram, manusia diingatkan bahwa semua setara di hadapan Allah Swt,” ujarnya. “Tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin, pemimpin maupun rakyat biasa.”

Menurutnya, ihram juga melambangkan pelepasan diri dari berbagai atribut duniawi. Seluruh jemaah diarahkan untuk memusatkan tujuan hidupnya kepada Allah Swt melalui tata cara yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Norlaila menambahkan, salah satu rukun haji yang penting adalah wukuf di Arafah. Pada momen tersebut, jemaah diajak melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah dijalani.

“Di Arafah, kita diajak mengenali diri dan melakukan muhasabah,” ujarnya. “Kita merenungkan tujuan hidup serta bekal yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....