Tingkatkan Kapasitas Pengolahan Sampah, TPST Santiong Akan Tambah Mesin Baru
- 31 Mei 2026 20:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi akan menambah mesin pengolah sampah baru di TPST Sentiong mulai Juli 2026 sebagai upaya mempercepat penanganan persoalan sampah. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Saat ini, TPST Sentiong dan TPST Lebak Saat masih berada dalam tahap evaluasi serta penyempurnaan operasional. Kedua fasilitas tersebut belum beroperasi secara optimal karena masih menjalani masa uji coba.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan mesin pengolah sampah yang akan ditempatkan di TPST Sentiong masih dalam proses lelang. Kehadiran mesin baru itu diyakini dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
“Mulai Juli 2026 TPST Sentiong akan mendapatkan tambahan mesin pengolah sampah yang saat ini masih dalam proses lelang,” kata Ngatiyana. Jumat 29 Mei 2026.
Dengan dukungan mesin baru tersebut, kapasitas pengolahan sampah di TPST Sentiong ditargetkan mencapai 85 ton per hari. Sementara itu, TPST Lebak Saat tetap dioperasikan dengan kapasitas sekitar 10 ton per hari untuk melayani kebutuhan pengolahan sampah di wilayah sekitarnya.
Selain mengoptimalkan dua TPST utama, Pemkot Cimahi juga menyiapkan pemasangan mesin pengolah sampah berkapasitas lima ton per hari di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan pengolahan sampah hingga ke kawasan yang belum terlayani secara maksimal.
“Mesin-mesin kecil juga akan ditempatkan di beberapa lokasi agar pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan sumbernya,” ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari target zero to TPA yang tengah dikejar Pemerintah Kota Cimahi. Melalui skema tersebut, sampah diharapkan dapat diolah sejak dari sumbernya sehingga jumlah residu yang dikirim ke TPA dapat ditekan semaksimal mungkin.
Untuk mendukung operasional pengangkutan dan pengolahan sampah, Kementerian PUPR akan menyalurkan bantuan berbagai sarana pendukung. Bantuan tersebut terdiri atas 36 unit dump truck dan pick up, 32 unit motor sampah, serta dua unit kendaraan wing box.
Ngatiyana menegaskan seluruh bantuan tersebut akan digunakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Ia juga meminta proses serah terima aset dari pemerintah pusat dan World Bank dilakukan dalam kondisi siap operasional.
“Sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah, seluruh kekurangan pembangunan maupun kerusakan pada bangunan dan mesin harus diselesaikan terlebih dahulu,” ucapnya.
Dengan optimalisasi TPST Sentiong, TPST Lebak Saat, serta tambahan mesin pengolah di sejumlah titik, Pemkot Cimahi memproyeksikan lebih dari separuh volume sampah harian dapat ditangani di dalam kota. Jika target kapasitas pengolahan tercapai, jumlah sampah yang dikirim ke TPA diperkirakan akan berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....