Pelatihan PKW-PKK 2026 Siapkan SDM Mandiri dan Kompetitif

  • 29 Mei 2026 21:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat — Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tahun 2026 yang digagas Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI).

Program yang resmi dibuka di BPVP Bandung Barat, Kecamatan Lembang, tersebut mengangkat tema “Membangun Jiwa Wirausaha yang Kreatif, Mandiri dan Berdaya Saing” sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Kabupaten Bandung Barat.

Kepala BPVP Bandung Barat, Iman Riswandi, menyebut kegiatan yang diinisiasi HIPKI memiliki keselarasan dengan program pelatihan vokasi yang selama ini dikembangkan pihaknya.

“Kami sangat mendukung program HIPKI karena sejalan dengan agenda pelatihan dan peningkatan produktivitas yang dijalankan balai. Kerja sama ini juga membantu memperluas akses informasi pelatihan kepada masyarakat,” kata Iman, dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2026.

Ia menambahkan, sinergi antara BPVP dan HIPKI Kabupaten Bandung Barat akan terus diperkuat, terutama dalam program pelatihan yang berorientasi pada penempatan tenaga kerja dan pengembangan kewirausahaan.

Menurutnya, pelatihan saat ini tidak cukup hanya menghasilkan sertifikat kompetensi, tetapi juga harus mampu membuka peluang kerja maupun usaha mandiri bagi peserta. “Orientasi akhirnya harus jelas, yakni penempatan kerja atau menciptakan wirausaha baru. Jadi pelatihan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Iman menjelaskan, BPVP Bandung Barat juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai sektor industri, UMKM, dinas terkait, hingga buyer untuk memastikan peserta pelatihan memiliki akses pasar dan peluang kerja setelah menyelesaikan program.

Sebagai contoh, pelatihan di sektor pertanian akan diintegrasikan dengan pelaku UMKM, Dinas Tenaga Kerja, Dinas UMKM, hingga jaringan pemasaran agar hasil pelatihan dapat langsung diterapkan secara produktif.

Selain kompetensi teknis, BPVP juga mulai menitikberatkan penguatan soft skill peserta pelatihan. Menurut Iman, kemampuan komunikasi, etika kerja, dan kedisiplinan kini menjadi faktor penting dalam dunia kerja. “Tantangan sekarang bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soft skill. Ini menjadi perhatian kami agar peserta memiliki kesiapan yang lebih baik saat masuk dunia kerja,” jelasnya.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung Barat, Dewan Pimpinan Pusat HIPKI Dr. H. Asep Syaripudin, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, pimpinan LKP, instruktur, narasumber, serta peserta Program PKW dan PKK Tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....