Waspada Ancaman Karhutla pada Puncak Kemarau Kalimantan Selatan
- 29 Mei 2026 09:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - BMKG Kalimantan Selatan merilis perkiraan terbaru kondisi iklim. Kemarau ekstrem diprediksi akan melanda hingga November mendatang. Perubahan pola cuaca harian menuntut kewaspadaan ekstra pemerintah dan masyarakat.
Pengamat Meteorologi BMKG stasiun klimatologi Vera Yuliyanti memberikan peringatan serius. Dalam siaran 'kentongan' RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu 26 Mei 2026, Vera menegaskan pentingnya antisipasi dini seluruh pihak.
"Peralihan musim di wilayah Kalsel tidak terjadi serentak," katanya.
Dikatakan, kondisi topografi wilayah sangat memengaruhi penyebaran kelembapan udara. Pegunungan Meratus menjadi penghalang alami pergerakan uap air.
"Letak geografis ini menyebabkan disparitas curah hujan antarkabupaten," kata Vera.
Menurutnya, ancaman kekeringan memicu masalah kebakaran hutan yang berbahaya. Untuk itu pihaknya merekomendasikan sinergi kuat antara lembaga dan masyarakat.
"Patroli darat rutin harus segera digencarkan mulai sekarang," ujarnya.
Vera mengungkapkan, upaya modifikasi cuaca turut masuk dalam opsi mitigasi. Namun langkah tersebut membutuhkan analisis atmosfer secara komprehensif.
"Potensi ketersediaan awan harus dievaluasi sebelum mengambil tindakan," ucapnya.
Veraq juga menyebutkan, kelangkaan pasokan air bersih mulai mengancam permukiman warga. Vera menyarankan masyarakat mulai melakukan gerakan memanen hujan.
"Cadangan air ini bisa menjadi solusi strategis mendatang," ujarnya mengingatkan.
Untuk itu warga juga dianjurkan warga segera mengunduh aplikasi resmi BMKG. Platform digital ini selalu memberikan notifikasi peringatan akurat. Selain itu masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada kabar bohong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....