Gubernur Sulteng-Barantin Genjot Hilirisasi Ekspor Durian dan Kelapa

  • 28 Mei 2026 12:58 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli -Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menerima Kunjungan Kerja dan Audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), H. Abdul Kadir Karding, Selasa, 26 Mei 2026.

Kunjungan tersebut, bertujuan untuk memperkuat sektor komoditas unggulan daerah guna mendukung hilirisasi ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid, menegaskan Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil durian terbesar di Indonesia dengan potensi besar menembus pasar internasional. Bahkan, pemerintah daerah saat ini terus menggenjot ekspor berbagai komoditas unggulan sebagai salah satu strategi menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tetap berada di atas rata-rata nasional.

Bahkan, selain sektor pengolahan industri, ekspor komoditas pertanian dan perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina, menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan,” jelasnya.

Gubernur Sulteng, juga mengungkapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin komunikasi dan kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Hainan, Tiongkok, di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan hingga perdagangan ekspor. Untuk, pasar Tiongkok, khususnya Hainan, memiliki ketertarikan besar terhadap komoditas kelapa dan durian asal Sulawesi Tengah.

Dirinya, menginformasikan pada 10 Juli 2026 mendatang direncanakan akan dibuka penerbangan langsung Guangzhou–Palu, melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri sebagai upaya memperkuat konektivitas perdagangan internasional.

Senada, Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menegaskan Barantin kini mengusung paradigma baru, dari sekadar “penjaga pintu” menjadi akselerator ekonomi nasional. Bahkan, Badan Karantina Indonesia tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengendalian keamanan dan mutu pangan guna mendukung akses pasar global.

“Barantin, ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” ucapnya.

Pihaknya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar karantina dan SOP ekspor guna menjaga kualitas komoditas unggulan Sulawesi Tengah, agar mampu bersaing di pasar global.

“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah, menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” terangnya.

Barantin, bahkan mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium di Sulawesi Tengah, guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional, serta mendukung hilirisasi produk unggulan daerah. Sebagai informasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, mencatat sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah berhasil mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp 377,5 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....