Akses Jalan Amblas, Warga Minta Jalan Hantap Raya Bandung Segera Diperbaiki
- 26 Mei 2026 15:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung -Amblasnya Jalan Hantap Raya di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, membuat aktivitas warga terganggu. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu kini tidak dapat dilalui kendaraan setelah badan jalan ambles sedalam sekitar satu hingga dua meter.
Akibat kondisi tersebut, warga dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi harus memutar arah untuk menuju Jalan Terusan Jakarta. Mereka kini menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Atlas dan kawasan Masjid Miftahul Falah.
“Sekarang warga harus memutar lebih jauh karena akses utama tidak bisa dilalui,” ujar warga setempat, Aceng (56), saat ditemui di lokasi, Selasa 26 Mei 2026.
Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jalan yang rusak juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang tinggal di sekitar titik amblas. Warga takut kerusakan semakin meluas hingga mengancam rumah mereka, terutama ketika hujan turun pada malam hari.
“Kalau hujan malam warga jadi tidak tenang. Takut longsor makin melebar sampai ke rumah,” katanya.
Aceng mengatakan, kerusakan jalan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak hampir tiga pekan lalu. Awalnya hanya muncul retakan kecil di badan jalan yang kemudian sempat ditutup sementara menggunakan tanah oleh warga.
Namun setelah hujan deras dan banjir melanda kawasan tersebut pada akhir pekan lalu, kondisi jalan semakin parah hingga akhirnya ambruk.
“Setelah ada banjir dari atas, jalan langsung ambruk seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menuturkan warga sebelumnya telah melaporkan kerusakan jalan kepada pihak kelurahan dan kecamatan. Akan tetapi, penanganan disebut belum dilakukan hingga kondisi jalan semakin rusak dan ramai diperbincangkan di media sosial.
“Sudah dilaporkan ke kelurahan dan kecamatan, tapi belum ada tindak lanjut,” ucapnya.
Menurut Aceng, retakan baru kini mulai muncul di sekitar lokasi amblas. Ia khawatir jika hujan deras kembali terjadi, kerusakan jalan dapat semakin melebar dari sekitar 50 meter menjadi dua kali lipat.
Warga pun berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar akses utama masyarakat bisa kembali digunakan dengan aman.
“Mudah-mudahan cepat diperbaiki karena ini jalan utama warga,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....