DLH DKI Ajak Warga Terapkan Eco Qurban saat Iduladha

  • 26 Mei 2026 04:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak masyarakat dan seluruh penyelenggara kurban menerapkan prinsip Eco Qurban pada perayaan Iduladha 1446 Hijriah, menyusul tingginya potensi limbah dari aktivitas penyembelihan hewan kurban di Ibu Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan tahun 2026 diperkirakan sebanyak 77.436 ekor hewan kurban akan disembelih di Jakarta. Jumlah tersebut berpotensi menghasilkan limbah dalam jumlah besar jika tidak dikelola secara baik.

“Eco Qurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban, tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban,” ujar Dudi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Dudi, limbah yang dihasilkan selama proses kurban tidak hanya berupa sisa organ maupun bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan, tetapi juga limbah cair seperti darah dan air bekas pencucian.

Ia menjelaskan setiap ekor hewan kurban membutuhkan sekitar 500 hingga 1.000 liter air untuk proses pembersihan. Selain itu, produksi daging juga memiliki tingkat penggunaan air yang tinggi atau water footprint, yakni sekitar 15 meter kubik air untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi.

Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan limbah secara benar untuk mencegah pencemaran lingkungan maupun penumpukan sampah selama pelaksanaan Idul Adha.

Dudi mengatakan masyarakat diimbau tidak membiarkan darah hewan dan air bekas pencucian mengalir bebas ke lingkungan sekitar. Darah hewan dapat ditampung menggunakan wadah kedap air dan diberikan desinfektan seperti kapur atau klorin.

“Air bekas pencucian juga perlu dipastikan tidak lagi mengandung darah agar tidak mencemari saluran air dan masih dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman,” ujarnya.

Sementara itu, sisa organ maupun bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan diminta tidak dibuang sembarangan. Jika tersedia lahan, limbah organik dapat ditimbun di dalam tanah dengan tambahan disinfektan. Pengolahan menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi sampah organik.

Selain pengelolaan limbah, DLH juga mendorong masyarakat mengurangi limbah makanan selama pelaksanaan kurban dengan memasak sesuai kebutuhan serta menerapkan konsep prasmanan agar makanan tidak terbuang.

DLH juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban dengan beralih menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah guna ulang lainnya.

“Melalui penerapan Eco Qurban ini, kami berharap pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya membawa manfaat sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengurangi timbulan sampah di Jakarta,” kata Dudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....