Profesor Simon Sabon Ola Soroti Budaya Membaca Generasi Muda

  • 26 Mei 2026 07:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Guru Besar Universitas Nusa Cendana Kupang Profesor Simon Sabon Ola menyoroti perhatian pada budaya membaca di kalangan generasi muda. Ia menilai pengaruh media digital membuat kemampuan membaca fokus dan memahami isi bacaan harus lebih ditingkatkan.

“Perlu kombinasi literasi dengan yang digital. Digital itu pengaruhnya besar sekali, dia itu sama dengan seperti narkoba itu, dia membuat kita terhipnotis, sehingga membaca lama, fokus itu hampir hilang,” kata Simon Sabon Ola.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan kemampuan berpikir generasi muda saat ini. Ia menilai kebiasaan membaca sebagai budaya perlahan mulai hilang akibat dominasi penggunaan teknologi digital.

Simon juga menyoroti sistem pendidikan yang dinilai tidak lagi berorientasi pada tujuan pembelajaran yang jelas. Ia menyebut proses belajar saat ini lebih sekadar formalitas tanpa menekankan kemampuan memahami dan menerapkan pengetahuan.

“Pendidikan kita sekarang ini, kalau kita sorot dari prosesnya, saya selalu mengatakan bahwa kita belajar tapi tidak punya tujuan. Untuk sekarang ini, belajar tidak punya tujuan,” ujarnya menekankan pentingnya pemahaman dalam membaca.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu masih ditemukan siswa di Kota Kupang yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik. Namun, kondisi tersebut menurutnya justru dianggap biasa sehingga tidak mendapat perhatian serius.

“Jangankan hanya tahu baca, tapi tidak tahu menerapkan. Mengerti isi bacaan, tidak tahu mengerjakan sesuatu berdasarkan apa yang dia baca. Membaca teks, harus disertai dengan pemahaman makna teks itu,” kata Prof Simon. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....