Lima Tahun Terakhir, Dinkes Tolitoli Catat 200 Kasus Positif HIV AIDS

  • 25 Mei 2026 22:41 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli – Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli mencatat jumlah kasus HIV AIDS di Kabupaten Tolitoli dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 200 kasus. Bahkan pada tahun 2026, sejak Januari hingga April, telah ditemukan sebanyak 10 kasus positif pada kelompok usia produktif, yakni rentang umur 20 hingga 30 tahun.

Pengelola Program HIV AIDS Dinkes Tolitoli, Maghfirah Handayani, mengatakan berdasarkan hasil pendataan dan penemuan kasus di lapangan, penyebab utama penularan HIV AIDS masih didominasi perilaku seks bebas yang tidak aman, serta tidak menggunakan alat pelindung seperti kondom.

Bahkan, Dinkes memiliki sasaran target populasi kunci yang menjadi fokus skrining, meliputi LGBT, waria, pekerja seks, dan LSL atau laki-laki seks dengan laki-laki. Upaya pemeriksaan tersebut, dilakukan melalui layanan kesehatan yang telah ditunjuk.

“Kami telah membagikan target skrining kepada 15 fasilitas layanan kesehatan puskesmas, yang tersebar di Kabupaten Tolitoli untuk mendeteksi kasus HIV AIDS sejak dini,” ucapnya, Minggu, 24 Mei 2026.

Maghfirah, juga menjelaskan ada beberapa gejala yang umum dialami penderita HIV AIDS, di antaranya penurunan berat badan secara drastis, batuk menahun, munculnya bintik-bintik di area kemaluan, serta menurunnya nafsu makan.

Sementara untuk langkah antisipasi penyebaran HIV AIDS di kalangan masyarakat, Dinkes bersama fasilitas kesehatan lainnya terus melakukan edukasi baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti melalui sosialisasi, pemasangan spanduk, hingga baliho mengenai bahaya HIV AIDS, pencegahan, serta penanganannya.

Karena perlu diketahui bersama, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV AIDS secara total. Namun demikian, penyakit tersebut dapat dicegah melalui pemeriksaan dini dan menghindari berbagai faktor risiko penularan.

Pihaknya, menekankan upaya pencegahan HIV AIDS membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya sektor kesehatan dan instansi terkait, tetapi juga masyarakat secara umum. Selain itu, edukasi sejak dini kepada anak-anak dan remaja dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahaya HIV AIDS, sekaligus mengurangi angka penderita di Kabupaten Tolitoli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....