Karantina Jateng Bekali Mahasiswa Unsoed Pemahaman Industri Penggemukan Sapi

  • 24 Mei 2026 13:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Cilacap - Sebanyak 91 mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan kunjungan ke instalasi karantina hewan (IKH) Cilacap milik Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah di Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Tanjung Intan. Dalam rangka pemenuhan mata kuliah industri penggemukan sapi (feedlot), kunjungan lapangan ini dimaksudkan untuk menambah keterampilan dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pelaku usaha di bidang peternakan.

Serangkaian kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menjembatani teori akademik dengan praktik bisnis secara riil. Melalui kunjungan ini mahasiswa dapat mempraktikkan materi kuliah secara langsung.

Pemaparan materi tentang pentingnya regulasi karantina dan tindakan karantina hewan disampaikan oleh Saimah selaku Dokter Hewan Karantina (DKH). Tak hanya itu, mahasiswa juga dikenalkan lebih jauh dengan terjun langsung ke lapangan mengetahui secara detail tentang IKH dan sarana prasarana pendukung dipandu oleh DKH dan Paramedik Karantina Hewan (PKH) yang bertugas saat itu.

Saimah menambahkan, usaha industri feedlot yang pernah dilakukan tindakan karantina di Satpel Pelabuhan Tanjung Intan yaitu impor sapi, kambing, dan domba. Selain itu juga disampaikan bagaimana persyaratan dan alur permohonan tindakan karantina (PTK) impor.

Sebagai calon pelaku usaha, mereka wajib diberikan wawasan luas mengenai segala hal mulai persiapan, pelaksanaan tindakan karantina secara menyeluruh. Hingga pembayaran segenap kegiatan tersebut dalam wadah penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dalam keterangan pers Minggu 24 Mei 2026, IKH Cilacap sedang melaksanakan tahap pembersihan paska masa karantina, sehingga tidak ada serangkaian proses tindakan karantina hewan. Walaupun dalam keadaan kandang kosong, pemberlakuan desinfeksi personil dan kendaraan tetap dilaksanakan untuk menjaga kemungkinan paparan penyakit yang dapat terbawa oleh manusia dan/atau kendaraan.

Upaya tersebut bentuk penerapan standar operasional prosedur biosekuriti guna mendukung ketahanan dan keamanan hayati nasional. Pemberlakuan ini juga menjadi sarana pembelajaran untuk memperlihatkan kepada mahasiswa bagaimana pentingnya desinfeksi dan desinsektisasi sebagai upaya pencegahan hama penyakit hewan karantina (HPHK) lingkup Karantina Jawa Tengah.

"Kami menyambut baik atas kepercayaan Unsoed kepada Karantina Jawa Tengah sebagai tempat berkunjung mahasiswa. Industri feedlot di Indonesia berkaitan erat dengan peran karantina, jika suatu saat nanti mahasiswa calon pengusaha akan mendistribusikan ternak atau produk olahannya antar pulau atau impor dari luar negeri. Besar harapan semoga mahasiswa yang hadir disini berhasil menjadi pelaku usaha eksportir sapi," ujar Yohanes Kristiawan, Penanggung Jawab Satpel Pelabuhan Tanjung Intan.

Saat dimintai keterangan, mahasiswa menghaturkan ucapan terima kasih atas segala ilmu pengetahuan mengenai karantina hewan khususnya terkait IKH Cilacap secara gamblang yang tidak diperoleh saat kuliah.

Pengalaman belajar lapangan merupakan hal luar biasa, membuka wawasan baru, edukasi langsung di lapangan melengkapi teori akademis, bekal keterampilan esensial, dan memupuk motivasi bagi generasi muda agar terbentuk menjadi wirausahawan peternakan handal di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....