Luthfi Tawarkan Investasi Energi Baru Terbarukan ke Puluhan Investor Tiongkok

  • 23 Mei 2026 22:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menawarkan peluang investasi sektor energi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah kepada puluhan investor asal Tiongkok. Tawaran itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat investasi strategis sekaligus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan di Jawa Tengah.

Ajakan investasi tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia dalam Program DBA Entrepreneur Scholar angkatan ke-12 yang diselenggarakan oleh di Jakarta, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan itu dihadiri puluhan pengusaha Tiongkok yang telah menanamkan modal di Indonesia dari berbagai sektor industri.

Ahmad Luthfi menawarkan tujuh proyek sektor energi baru terbarukan yang siap dikerjasamakan dengan investor. Proyek tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi berbasis sampah atau waste to energy, hingga panas bumi (geothermal).

Selain energi baru, pengelolaan sampah menjadi sektor yang turut diprioritaskan pemerintah provinsi untuk dikembangkan bersama investor asing. Menurut Luthfi, investasi pengolahan sampah penting didorong karena mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.

Lebih lanjut, di hadapan para investor itu, Luthfi mengajak pelaku usaha untuk datang langsung ke Jawa Tengah dan melihat berbagai peluang investasi tersebut. Jateng, imbuhnya terbuka terhadap penanaman modal asing maupun domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai gambaran, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,02 triliun selama 2025. Terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan UMK Rp21,52 triliun.

Sedangkan pada triwulan I 2026 investasi telah mencapai Rp23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen. Adapun, saat ini terdapat tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus yang telah berjalan, sementara 12 daerah lain tengah menyiapkan kawasan baru guna menunjang pemerataan investasi.

“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” ungkap Luthfi.

CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua menyambut positif peluang kerja sama lintas industri yang dibangun dalam forum tersebut. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Tiongkok memiliki teknologi dan sumber daya yang kompatibel untuk diterapkan di sektor perlindungan lingkungan, energi baru, hingga pengelolaan limbah padat.

“Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah, seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok,” ujarnya.

Senada, CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, menilai Indonesia memiliki potensi pasar besar dan peluang kolaborasi yang luas. Ia optimistis kerja sama antara investor Tiongkok dan Indonesia, termasuk Jawa Tengah, dapat terus berkembang di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....