Minggu Komunikasi Sedunia, Umat Kilo 9 Dobo Gelar Misa Paskah VII

  • 23 Mei 2026 10:35 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Umat Katolik wilayah Komunitas Basis Kilo 9 Dobo, menggelar Misa Ekaristi Minggu Paskah VII, sekaligus memperingati hari Minggu Komunikasi Sedunia, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.17 WIT.

Perayaan misa dipimpin oleh RD Corsand Rahaded yang dalam homilinya menekankan makna doa Yesus kepada Bapa, sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes, yang dikenal sebagai Doa Imam Agung Yesus.

Menurut Rahaded, doa tersebut merupakan momen intim ketika Yesus menjelang akhir hidup-Nya di dunia dan berbicara kepada Bapa di surga. Dalam doa itu, Yesus tidak meminta dibebaskan dari penderitaan salib, melainkan memohon agar nama Bapa dimuliakan melalui diri-Nya.

“Bagi Yesus, memuliakan Bapa adalah tujuan hidup-Nya. Ia memuliakan Bapa dengan menyelesaikan secara sempurna seluruh karya keselamatan yang dipercayakan kepada-Nya di dunia,” ujar Rahaded.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan kekal bukan sekadar hidup tanpa akhir, melainkan relasi yang intim dan personal dengan Allah serta pengenalan akan Yesus Kristus yang diutus-Nya.

Rahaded mengajak umat untuk menjadikan pengenalan akan Allah sebagai dasar kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan sikap hidup yang senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap tindakan.

Selain itu, ia juga menyoroti doa Yesus bagi para murid-Nya dan seluruh umat beriman. Menurutnya, Yesus mengetahui bahwa Ia akan kembali kepada Bapa, sementara para murid tetap melanjutkan perjuangan dan kesaksian di dunia.

“Yesus lebih dahulu meletakkan nama kita dalam doa kepada Bapa. Itu menjadi kekuatan bagi kita dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” kata Rahaded.

Rahaded menambahkan, doa Yesus merupakan bentuk komunikasi terdalam antara Anak dan Bapa. Melalui hidup, pelayanan, hingga pengorbanan di kayu salib, Yesus menyatakan kasih Allah secara sempurna kepada manusia.

“Ia bukan hanya berbicara tentang kasih, tetapi Ia sendiri adalah kasih itu,” ungkapnya.

Menurutnya, doa Yesus juga mencerminkan kerinduan agar umat hidup dalam persatuan, kekudusan, dan kesetiaan pada kebenaran. Hal itu menjadi inti dari komunikasi ilahi yang memuliakan Allah sekaligus membangun persaudaraan dalam kasih.

“Mari kita berdoa agar doa Yesus bagi kita menjadi nyata, sehingga kita semua dapat hidup dalam persatuan,” tutup Rahaded.

Perayaan Misa Ekaristi kemudian diakhiri dengan berkat penutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....