Wakil Uskup Pimpin Misa Ekaristi Hari Minggu Biasa XI di Stasi Santo Yosep Dobo
- 16 Jun 2026 19:57 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual : Wakil Uskup Keuskupan Amboina, RP Tino Ulahayanan, memimpin Misa Ekaristi Hari Minggu Biasa XI bersama umat Katolik Stasi Santo Yosep Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (14/6/2026).
Misa yang berlangsung pukul 08.00 WIT tersebut dihadiri oleh umat Katolik dari berbagai lingkungan di Stasi Santo Yosep Dobo.
Dalam homilinya, RP Tino Ulahayanan MSC mengisahkan perjalanan bangsa Israel saat keluar dari Mesir menuju Tanah Terjanji. Ia menggambarkan perjalanan menuju Gunung Sinai, tempat Nabi Musa menerima perintah-perintah Tuhan melalui dua loh batu.
Menurutnya, bangsa Israel sering bersungut-sungut ketika menghadapi kesulitan di padang gurun. Mereka lupa bahwa Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir.Ketika mengalami kesulitan dan kekurangan, mereka lebih fokus pada penderitaan yang dialami daripada mengingat kebaikan Tuhan yang telah mereka terima.
“Begitulah perjalanan hidup manusia. Kita sering kali mudah melupakan kebaikan Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup kita selama ini,” ungkapnya.

Mengacu pada bacaan Injil pada Misa tersebut, RP Tino menjelaskan bahwa Yesus memandang orang banyak dengan belas kasih karena mereka seperti domba yang tidak memiliki gembala. Gambaran tersebut tidak hanya terjadi pada masa Yesus, tetapi juga masih relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Ia menilai banyak orang mengalami kesepian, kehilangan arah, konflik dalam keluarga maupun masyarakat, kesulitan ekonomi, serta krisis iman. Tidak sedikit umat yang datang ke gereja namun pulang tanpa mengalami pembaruan dalam hidupnya.
Lebih lanjut, RP Tino menegaskan bahwa Yesus tidak membiarkan keadaan tersebut begitu saja. Sebaliknya, Yesus mengajak para murid untuk berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja bagi tuaian yang banyak.
“Doa itu kemudian dijawab oleh Yesus sendiri dengan memanggil dan mengutus kedua belas rasul. Mereka diberikan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membawa damai, serta membangkitkan harapan bagi sesama,” jelasnya.
Menurut RP Tino, pesan yang sama juga berlaku bagi umat beriman saat ini. Ketika berdoa agar kehidupan menjadi lebih baik, ekonomi membaik, atau generasi muda semakin dekat dengan Tuhan, setiap orang juga dipanggil untuk menjadi bagian dari jawaban atas doa tersebut.
Menjadi pekerja Tuhan, katanya, tidak selalu berarti menjadi imam, diakon, atau pemimpin gereja. Seorang ayah dan ibu dapat menjadi pekerja Tuhan dengan mendidik anak-anak dalam iman melalui teladan hidup yang baik. Demikian pula seorang guru dapat menjadi pekerja Tuhan dengan membentuk karakter peserta didiknya melalui nilai-nilai kebaikan dan iman.
Karena itu, RP Tino mengajak seluruh umat untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga berani mengambil peran dalam menghadirkan kasih, harapan, dan damai Tuhan di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.
(Reporter: Bosco Korisen)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....