Wakil Uskup: Dua Guru Katekis Bukan Orang Aru, namun Memilih Mengabdi di Aru Utara

  • 16 Jun 2026 19:56 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual : Wakil Uskup Kepulauan Aru, RP Tino Ulahyanan, dalam homilinya pada Misa Ekaristi di Gereja Santo Yosep Dobo, Minggu (14/6/2026), menyoroti semangat pengabdian dua guru katekis yang bukan berasal dari Kabupaten Kepulauan Aru, namun memilih kembali melayani umat di Aru Utara.

Di hadapan umat, RP Tino mengungkapkan bahwa selama ini dirinya telah membantu sejumlah anak Aru menempuh Pendidikan, dengan harapan setelah lulus mereka kembali membangun daerah asalnya. Namun kenyataannya, tidak semua bersedia kembali mengabdi di Aru.

“Saya pernah membantu beberapa anak untuk menyelesaikan sekolah dengan tujuan agar setelah tamat mereka kembali ke Dobo dan membangun daerahnya. Tetapi setelah lulus, ada yang tidak mau kembali. Bahkan ketika orang tuanya meminta saya membujuk mereka pulang, saya mengatakan bahwa itu bukan lagi urusan saya,” ungkapnya.

Menurutnya, sikap dua guru katekis yang bukan berasal dari Aru namun tetap memilih mengabdi di Aru Utara, merupakan teladan yang patut diapresiasi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan pesan Yesus kepada para Rasul dalam Injil, yakni: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

RP Tino menegaskan bahwa seluruh berkat yang diterima manusia berasal dari Tuhan secara cuma-cuma. Kehidupan, kesehatan, dan kesempatan untuk berkarya merupakan anugerah yang tidak dapat diukur dengan materi.

“Kehidupan yang kita jalani ini adalah anugerah yang diterima secara cuma-cuma. Kita sering membayar mahal biaya rumah sakit, tetapi Tuhan memelihara hidup kita setiap hari tanpa meminta bayaran. Karena itu, kita dipanggil untuk melayani dengan tulus, bukan demi pujian, keuntungan, atau penghargaan,” kata RP Tino Ulahayanan.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan sejati harus lahir dari cinta kasih dan belas kasih kepada sesama. Orang yang melayani dengan hati yang tulus tidak akan mudah mengeluh ataupun menuntut balasan.

Dalam homilinya, Wakil Uskup mengajak umat untuk meneladani hati Yesus yang penuh belas kasih, baik dalam pelayanan di gereja maupun dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Ia menyoroti pentingnya perhatian orang tua kepada anak-anak di tengah kesibukan pekerjaan.

“Kita dipanggil menjadi pekerja-pekerja Kristus sesuai dengan panggilan hidup masing-masing. Pelayanan yang dilakukan hendaknya lahir dari hati yang tulus dan bukan karena motif-motif tertentu,” ujarnya.

Menutup homilinya, RP Tino Ulahyanan berharap melalui perayaan Ekaristi tersebut umat semakin dibentuk menjadi pribadi yang memiliki hati serupa dengan hati Kristus, penuh kasih dan siap melayani.

“Semoga melalui Ekaristi ini Tuhan membentuk hati kita agar semakin serupa dengan hati-Nya yang penuh belas kasih, sehingga kita berani menjawab panggilan-Nya dan menjadi pekerja-pekerja Tuhan yang setia,” tutupnya.

(Reporter: Bosco Korisen)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....