DLH Optimistis Banyumas Capai Pengelolaan Sampah 100 Persen pada 2028

  • 22 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas optimis capai pengelolaan sampah 100 persen dapat tercapai pada 2028. Optimisme tersebut didukung penguatan tata kelola persampahan, pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta dorongan pemilahan sampah dari sumber atau tingkat rumah tangga sebagai langkah utama menuju Banyumas bebas sampah.

Plt. Kepala DLH Kabupaten Banyumas, dr. Arif Sugiono mengatakan target tersebut lahir dari peta jalan pengelolaan sampah nasional yang menargetkan pengelolaan sampah mendekati 100 persen pada 2029. Namun, Banyumas menargetkan capaian lebih cepat sebagai bentuk respons atas tantangan yang disampaikan pemerintah pusat dan provinsi saat berkunjung ke Banyumas.

“Momentum Pak Presiden dan Pak Gubernur rawuh ke Banyumas, bahwa challenge ini bukan hanya sekedar tantangan semata tetapi menjadi momentum di 2028 sudah bisa mencapai pengelolaan sampah 100 persen di seluruh wilayah Kabupaten,” katanya saat diwawancarai RRI pada Jumat, (22/5/2026).

Untuk mencapai target tersebut, DLH menitikberatkan pada penguatan tatakelola pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat yang diarahkan pada ekonomi sirkular melalui KSM dan penguatan pengelolaan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Selain itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana, penambahan offtaker, serta diversifikasi hasil pengolahan sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), capaian pengelolaan sampah Banyumas saat ini berada di angka 77,76 persen. Meski tergolong tinggi, masih terdapat sekitar 22 persen timbulan sampah yang belum terkelola melalui sistem.

“Tetapi kalau kita berhitung gap 22 sekian persen ini kan artinya hampir seperempat dari total timbunan sampah Kabupaten Banyumas. Banyumas 750 ton per hari, kemudian kalau kita ambil 25 persennya, mungkin ada di angka 180-an ton sampah yang belum terkelola melalui sistem,” ujarnya.

Dengan itu, DLH juga memfokuskan upaya pada tingkat rumah tangga melalui pemilahan sampah dari sumber. Menurut Arif, masyarakat diharapkan tidak hanya memilah sampah organik dan anorganik, tetapi juga mampu mengolah sampah organik secara mandiri melalui pembuatan komposter atau biopori.

Arif optimistis target tersebut dapat tercapai dengan langkah sistematis, dukungan masyarakat, serta bantuan pemerintah pusat melalui rencana pengembangan 15 TPST di Banyumas. Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui gerakan pilah sampah dari rumah, berlangganan layanan KSM pengelola sampah, mengolah sampah organik secara mandiri, serta aktif dalam kegiatan bank sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. (Aisha)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....