Imbas Wabah PMK, Harga Sapi Meroket Namun Stok Menipis

  • 22 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kenaikan harga hewan kurban di pasar ternak Kabupaten Banyumas menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini dipastikan bukan tanpa alasan. Berkurangnya stok sapi siap potong di tingkat peternak akibat hantaman penyakit menular dinilai menjadi biang keladi utama yang memaksa grafik harga jual hewan kurban hidup tersebut meroket naik.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Muhammad Arief Hidayat, S.Pt., M.P., mengungkapkan bahwa penyusutan ketersediaan stok ini berakar dari merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa bulan lalu. Banyak populasi sapi berukuran besar yang semula diproyeksikan untuk komoditas Idul Adha justru tumbang sebelum waktunya.

“Jadi informasi yang saya dapat itu karena beberapa bulan yang lalu itu kan ada PMK. Jadi stok sapi itu kan berkurang. Sapi-sapi yang besar-besar itu sekarang itu sudah tidak ada karena pada saat itu terkena PMK,” ujarnya.

Lebih lanjut, fenomena kelangkaan stok ini diperparah oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan yang menurunkan imunitas ternak sehingga memicu virus PMK kembali bergejolak. Kondisi pelik tersebut memaksa para peternak melakukan penyembelihan dini pada sapi yang sakit, yang pada akhirnya memangkas kuota hewan siap kurban di pasaran.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih meluas ke kandang-kandang penampungan, UPTD Pusat Kesehatan Hewan Banyumas gencar melakukan langkah mitigasi medis. Langkah pengawasan lalu lintas ternak, pengetatan pemeriksaan bagi sapi yang didatangkan dari luar daerah, hingga program keliling pengobatan darurat berdurasi 3 sampai 7 hari terus digulirkan secara rutin oleh petugas di lapangan demi memutus rantai penularan virus PMK dan penyakit kulit LSD.

“Di kandang-kandang penampungan, itu sapi-sapi dari luar itu begitu datang nanti hari ke-2 atau ke-3 kita datang lagi. Kondisinya bagaimana, sehat atau tidak, kalau tidak sehat ya langsung kita obati,” katanya.

Terakhir, Muhammad Arief Hidayat menyampaikan harapannya agar momentum ibadah kurban tahun ini tetap dapat berjalan dengan aman dan lancar. Beliau juga menekankan pentingnya kewaspadaan penuh dari panitia kurban dalam mendeteksi setiap gejala klinis penyakit pada hewan.

“Jangan lupa itu sapi-sapi tersebut tidak sedang terkena PMK atau penyakit penular lainnya. Silakan untuk warga masyarakat bisa berkoordinasi dengan petugas-petugas kami yang ada di lapangan untuk berkoordinasi memilih sapi kurban ataupun kambing kurban yang sehat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....