DKI Larang Pedagang Hewan Kurban Gunakan Trotoar dan Taman untuk Jualan

  • 21 Mei 2026 16:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pedagang hewan kurban berjualan di lokasi yang mengganggu aktivitas publik menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Larangan tersebut mencakup trotoar, taman, hingga ruang terbuka hijau di wilayah ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama musim penjualan hewan kurban. “Saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman,” kata Pramono, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Pramono, pedagang yang masih nekat membuka lapak di lokasi terlarang akan diberikan peringatan oleh petugas agar segera memindahkan aktivitas jual belinya ke tempat yang sesuai. “Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan,” ujarnya.

Selain melakukan penataan lokasi penjualan, Pemprov DKI juga memastikan kondisi harga hewan kurban di Jakarta masih terkendali. Hingga saat ini, harga sapi dan kambing disebut belum mengalami kenaikan signifikan menjelang Iduladha.

Pramono mengatakan stok hewan kurban di Jakarta juga berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Alhamdulillah sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil. Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasokan hewan kurban di Jakarta bahkan mulai diminati sejumlah daerah lain. Kondisi itu dinilai menunjukkan kesiapan distribusi dan pengelolaan stok hewan kurban oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta.

Pramono menyebut Perumda Dharma Jaya menjadi salah satu pihak yang berperan menjaga ketersediaan pasokan hewan kurban di ibu kota. “Bahkan, beberapa daerah akhirnya mengambil hewan kurbannya dari Jakarta. Ini menunjukkan bahwa BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....