DSP Farm Bandung Kembali Jadi Pemasok Sapi Kurban Presiden
- 20 Mei 2026 14:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Peternakan sapi dan domba milik peternak muda Kota Bandung, DSP Farm(PT Dwi Sejahtera Perkasa) kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia tahun 2026. Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena diberikan selama enam tahun berturut-turut kepada peternakan asal Kota Bandung itu.
Berlokasi di Jalan Palintang No.55, Kota Bandung, DSP Farm kini menyiapkan sejumlah sapi berbobot jumbo yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk untuk kebutuhan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Kota Bandung.
Pemilik DSP Farm, Vandri Dwitama mengatakan usaha peternakan yang ia rintis dimulai sejak tahun 2010 dengan fokus pada peternakan domba, sebelum akhirnya mengembangkan usaha sapi pada 2014.
“Perkenalkan, saya Vandri Dwitama, peternak dari Kota Bandung di bawah naungan DKPP Kota Bandung dengan nama peternakan DSP Farm. Kami mulai beternak domba sejak 2010 dan sapi sejak 2014. Alhamdulillah sudah enam tahun berturut-turut dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden Republik Indonesia,” ujar Vandri, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, kepercayaan yang terus diberikan pemerintah menjadi motivasi besar bagi dirinya dan tim untuk terus menjaga kualitas ternak. Saat ini DSP Farm memiliki sedikitnya 10 sapi berukuran besar dengan bobot di atas satu ton.
Tiga di antaranya dipersiapkan khusus untuk kebutuhan kurban Presiden RI. Salah satu sapi bernama “Pamor” dijadwalkan akan diserahkan ke Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung sebagai hewan kurban bantuan Presiden.
“Di sini ada tiga ekor yang akan dipakai untuk kurbannya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya nanti akan diserahkan ke Pemerintah Kota Bandung di Masjid Al-Ukhuwah,” katanya.
Selain Pamor, DSP Farm juga memiliki sejumlah sapi unggulan lain seperti Janata, Sanjaya, dan Tampomas dengan bobot mencapai 1,2 hingga 1,3 ton. Sapi-sapi tersebut dipelihara dengan standar kesehatan yang ketat agar memenuhi syarat sebagai hewan kurban berkualitas premium.
Vandri menjelaskan, kualitas kesehatan ternak menjadi faktor utama yang membuat DSP Farm terus dipercaya. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin mulai dari kondisi rumen, cacing hati, hingga pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD).
“Untuk sapi Banmas itu tentu sapi terbaik dan terbesar. Bobotnya ekstrem, di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis juga sangat dijaga, mulai dari cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD. Semua sapi di sini sudah divaksin oleh pemerintah,” ungkapnya.
Saat ini DSP Farm memiliki sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi berbobot 700 hingga 900 kilogram, serta sekitar 80 ekor sapi ekonomis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum menjelang Iduladha.
Tak hanya melayani wilayah Bandung, distribusi ternak DSP Farm juga telah menjangkau berbagai daerah di luar kota. Untuk wilayah timur, pengiriman dilakukan hingga Brebes, sementara wilayah barat mencapai Tangerang.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Vandri karena DSP Farm dikelola oleh generasi muda peternak Kota Bandung yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Happy banget, bangga banget. Kita bisa dibilang peternak milenial di Kota Bandung dan terus dipercaya setiap tahun. Ini jadi tantangan juga buat terus memperbaiki kualitas sapi di sini,” ucapnya.
Ia menilai Kota Bandung memang bukan daerah dengan populasi ternak terbesar dibandingkan wilayah lain seperti Kabupaten Bandung atau Garut. Namun dari sisi kualitas, sapi dan domba asal Kota Bandung dinilai mampu bersaing secara nasional.“Kalau cari jumlah sapi mungkin kalah banyak, tapi kalau kualitas sapi dan domba juara, Kota Bandung bisa dipercaya,” katanya.
Selain dipercaya memasok sapi kurban Presiden, DSP Farm juga aktif mengikuti berbagai ajang kontes ternak. Dalam kontes sapi di kawasan Unpad, DSP Farm membawa empat sapi dan berhasil meraih tiga penghargaan, yakni juara dua dan dua kali juara empat.
Bahkan salah satu sapi ternaknya bernama Redam disebut menjadi sapi terbesar kedua di Indonesia dengan bobot mencapai 1.387 kilogram. Saat ini sapi tersebut berada di Wonosobo untuk kebutuhan kontes ternak nasional.
“Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun, yang penting membawa nama baik Kota Bandung,” tutur Vandri.
Untuk harga, DSP Farm menyediakan berbagai pilihan hewan kurban. Domba dibanderol mulai Rp2 juta, sementara sapi dijual mulai Rp20 juta per ekor. Adapun sapi kontes dengan kualitas khusus pernah terjual hingga Rp200 juta.
“Paling mahal pernah jual sapi Rp200 juta satu ekor untuk kontes,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....