Mataram Dorong Kota Modern Berbasis Lingkungan dan Spiritualitas
- 19 Mei 2026 19:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram menegaskan pembangunan kota modern tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan teknologi dan digitalisasi, tetapi juga harus dibangun dengan keseimbangan lingkungan, nilai spiritual, dan kemanusiaan di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim global.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman saat membuka International Colloquium on Interdisciplinary Islamic Studies (ICIIS) 2026 yang digelar Pascasarjana UIN Mataram bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Hotel Jayakarta.
Dalam pidato utamanya bertajuk “Divine Balance in a Digital Age: Islamic Studies Response to Climate Change and Technological Hegemony”, Mujiburrahman menyoroti paradoks dunia modern di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), digitalisasi, dan krisis lingkungan global.
“Teknologi mungkin mampu membuat manusia hidup lebih cepat. Tetapi hanya nilai-nilai ketuhanan yang mampu membuat manusia tetap hidup dengan arah,” ujarnya di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini memang mempermudah konektivitas manusia lintas dunia, namun bersamaan dengan itu muncul persoalan baru seperti polarisasi sosial, disinformasi, hilangnya empati sosial, hingga kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam secara berlebihan.
Ia menjelaskan, dalam perspektif Islam terdapat konsep mizan atau keseimbangan sebagai prinsip utama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
“Ketika keseimbangan itu rusak, maka yang muncul adalah bencana ekologis, ketimpangan sosial, kerakusan ekonomi, hingga krisis moral,” katanya.
Mujiburrahman menilai perubahan iklim bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan persoalan nyata yang sudah dirasakan masyarakat saat ini, termasuk di Kota Mataram. Banjir, cuaca ekstrem, persoalan sampah perkotaan, hingga tekanan terhadap kualitas lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah.
Belajar dari banjir besar yang sempat melanda Kota Mataram, pemerintah kota mulai mengubah arah pembangunan dengan menempatkan isu ketahanan lingkungan dan keberlanjutan kota sebagai prioritas utama.
“Kami menyadari pembangunan kota tidak cukup hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang resiliensi lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat,” jelasnya.
Sebagai kota dengan luas wilayah kurang dari 61 kilometer persegi dan tingkat kepadatan penduduk tinggi, Kota Mataram menghadapi berbagai persoalan perkotaan seperti alih fungsi lahan, sistem drainase, kualitas air, hingga volume sampah yang mencapai lebih dari 200 ton per hari.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Mataram mulai menggeser pola pengelolaan sampah dari sistem “kumpul-angkut-buang” menuju konsep ekonomi sirkular berbasis pengelolaan dari sumbernya.
| Baca juga: Pemkot Mataram Perkuat Program Prioritas |
Salah satu program yang dikembangkan yakni Tempah Dedoro, berupa pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga dan komunitas melalui lubang biopori komunal yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan kompos bagi masyarakat.
Menurut Mujiburrahman, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan kecanggihan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya dan kesadaran kolektif masyarakat.
“Smart city tanpa nilai spiritual dapat melahirkan kota yang canggih secara sistem, tetapi rapuh secara sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi dan kajian Islam memiliki peran penting dalam menjawab tantangan zaman, termasuk persoalan etika teknologi, perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan krisis kemanusiaan digital.
Karena itu, forum ICIIS 2026 diharapkan menjadi ruang dialog lintas disiplin ilmu yang mampu mempertemukan kajian agama, teknologi, lingkungan, dan kebijakan publik untuk membangun peradaban yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....