Program TEKAD Terbukti Tingkatkan Ekonomi Warga Desa Tertinggal
- 19 Mei 2026 14:33 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan, Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah tertinggal.
Program TEKAD difokuskan pada 1.110 desa di 25 Kabupaten dan 9 Provinsi yang membutuhkan afirmasi pembangunan. Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Yandri saat membuka Workshop Nasional Pembangunan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Program TEKAD, Senin 18 Mei 2026.
“Program TEKAD memberdayakan masyarakat kampung sesuai dengan potensi unggulan masing-masing daerah,” ujar Yandri.
Menurutnya, TEKAD juga mendorong terbentuknya desa-desa tematik guna mendukung program Makan Bergizi Gratis, seperti Desa Buah-buahan, Desa Ayam Petelur, dan Desa Ikan Nila.
Selain itu, desa yang memiliki komoditas unggulan seperti kemiri, kopi, dan vanili diarahkan menjadi Desa Ekspor, salah satu program prioritas Kementerian Desa PDT.
“Program ini benar-benar ditujukan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di wilayah lokus TEKAD dan mengurangi kesenjangan antara Indonesia Timur dan Indonesia Barat,” katanya.
Yandri menilai manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Karena itu, ia berencana meminta International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk melanjutkan kolaborasi melalui program TEKAD.
“Program ini tetap menyasar kampung yang memiliki potensi besar, tetapi belum berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia berharap workshop nasional ini menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pemberdayaan serta pendampingan masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Yandri juga meninjau sejumlah produk unggulan dari daerah lokus TEKAD, seperti kopi, kemiri, sagu, dan vanili.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Tabrani, melaporkan bahwa Program TEKAD telah menjangkau 165.370 rumah tangga, 330.740 penerima layanan, dan 744.165 anggota keluarga.
Pada 2026, program TEKAD mencakup pendampingan oleh tenaga profesional di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Dukungan juga diberikan dalam bentuk demonstrasi plot, Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD), dana investasi, serta peningkatan kapasitas dan kerja sama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Country Programme Officer IFAD, Yumi Sakata, para kepala daerah di wilayah lokus TEKAD, kepala dinas, anggota DPRD, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Desa PDT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....