Kadisdik Tegaskan SPMB Online Semarang 2026 Hanya Pakai Empat Jalur Resmi

  • 19 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kepala Dinas Pendidikan(Disdik) Kota Semarang, Mohammad Ahsan menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 hanya menggunakan empat jalur resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Semarang memastikan tidak ada jalur tambahan di luar aturan demi menjaga transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru.

Penegasan itu disampaikan Ahsan saat peluncuran SPMB Online Tahun 2026 pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin, 18 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, Disdik Kota Semarang juga melakukan penandatanganan fakta integritas sebagai komitmen pelaksanaan SPMB yang bersih dan akuntabel.

“Pada hari ini kami memperingati puncak Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 sekaligus launching SPMB tahun 2026 dan penandatanganan fakta integritas. SPMB nanti dilaksanakan secara transparan, adil, akuntabel, dan tanpa diskriminasi,” katanya.

Menurut Ahsan, sistem penerimaan tahun ini dirancang agar lebih transparan, adil, dan berpihak kepada masyarakat kurang mampu. Seluruh proses dilakukan secara daring untuk meminimalisasi potensi diskriminasi maupun kecurangan.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya jalur khusus di luar aturan karena sistem hanya menggunakan empat jalur resmi. Ketentuan tersebut dipastikan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

“Jalurnya ya ada empat jalur itu saja, tidak ada jalur yang lain. Pokoknya semua berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Disdik Kota Semarang juga mengintegrasikan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB Online Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat afirmasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui integrasi tersebut, siswa dari keluarga prasejahtera tetap dapat memperoleh akses pendidikan gratis, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Seluruh informasi sekolah gratis kini juga tersedia di sistem daring sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari secara manual.

“Tahun 2026 ini kami integrasikan di sistem SPMB online dalam rangka memberikan penguatan afirmasi kepada anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan gratis,” ucapnya.

Ahsan menambahkan, sistem online tersebut diharapkan membuat akses layanan pendidikan semakin mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah Kota Semarang juga berharap pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lebih terbuka, akuntabel, dan bebas diskriminasi.

“Anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa diterima di sekolah negeri yang memang gratis atau diterima di sekolah swasta gratis. Semua dilakukan secara sistem online,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....