Terdampak Geopolitik, Kontrak 800 Karyawan Pabrik Boneka PT.CWII Tak Diperpanjang

  • 18 Mei 2026 23:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Gelombang kelesuan ekonomi global kembali memukul sektor industri manufaktur di tanah air. PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) terpaksa mengambil langkah efisiensi dengan tidak memperpanjang kontrak kerja sekitar 800 karyawannya secara bertahap hingga akhir Mei 2026.

Langkah berat tersebut diambil oleh pihak manajemen pabrik yang beroperasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen ini, sebagai imbas dari situasi geopolitik dunia yang tidak menentu. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga bahan baku serta penurunan volume pesanan dari pasar internasional.

PT CWII, Vonnie Tantony, membantah keras anggapan bahwa perusahaan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal secara sepihak. Ia menegaskan kebijakan ini murni merupakan penyesuaian operasional perusahaan karena masa kontrak pekerja telah habis.

"Kami luruskan bahwa ini bukan PHK. Melainkan, masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) para karyawan tersebut memang sudah habis sesuai dengan jangka waktu yang disepakati sebelumnya, dan saat ini kontraknya tidak diperpanjang," jelas Vonnie saat memberikan keterangan resmi, Senin 18 Mei 2026.

Vonnie menambahkan, pihak manajemen berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proses ini secara transparan, humanis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruh hak-hak karyawan yang selesai masa kontraknya dipastikan akan dipenuhi seratus persen tanpa ada pengurangan.

Untuk memastikan proses transisi berjalan kondusif, PT CWII terus melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sragen. Langkah ini sekaligus merealisasikan poin-poin kesepakatan yang sebelumnya telah dibahas bersama DPRD setempat.

Kendati situasi saat ini sedang sulit, manajemen PT CWII tengah melakukan komunikasi intensif dengan para pelanggan dan mitra usaha di luar negeri guna mendongkrak kembali volume produksi. Perusahaan menargetkan grafik produksi bisa kembali menguat pada akhir tahun ini.

"Kami berharap kondisi pasar global segera membaik. Target kami, pada kuartal IV tahun 2026 nanti, proses rekrutmen tenaga kerja sudah bisa dibuka kembali," ucap Vonnie.

Pihak manajemen juga memberikan angin segar dengan berjanji akan memprioritaskan para mantan karyawan tersebut jika perusahaan kembali membuka lowongan kerja di masa mendatang, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....