Minim Anggaran, Pemkab : Permintaan Rutilahu Cukup Tinggi

  • 17 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Permintaan dari warga terhadap Pemrintah untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Garut setiap tahunnya terus bertambah. Berdasarkan laporan yang masuk dan yang terdata saat ini mencapai 23 ribu lebih.

"Setiap tahun permintaan dari warga ke kami untuk perbaikan rumah tidak layak huni terus meningkat,"kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemkab Garut, Rika Agustiana, di Garut, Minggu, 17 Mei 2026.

Ia mengatakan, Pemkab Garut sendiri menargetkan setiap tahunnya sekitar 500 unit sesuai yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Garut. "Sesuai RPJMD, kami targetkan untuk RLTH setiap tahunnya tidak lebih 500 unit, ya tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,"ujarnya.

Ia menyampaikan, untuk menutupi kekurangan anggaran guna memenuhi capaian target RTLH ini, pihaknya mencari celah bantuan lain, baik dari pemerintah pusat atau dari pihak pihak lain yang memiliki program berkaitan dengan rehab rumah atau bedah rumah." Kami terus berupaya mencari celah untuk menutupi kekurangan anggaran rutililahu tersebut,"katanya.

Ia menyampaikan tambahan anggaran untuk menutupi kekurangan tingginya permintaan rutilahu, pihaknya mengajukan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi. "Karena anggarannya terbatas, kami berupaya mengajukan tambahan kepada pemerintah pusat atau provinsi bahkan ke pihak institusi swasta yang memiliki program serupa,"tuturnya.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan real yang sebenarnya penerima manfaat program RTLH ini, pihaknya dengan melibatkan konsultan akan melakukan kajian sehingfa diharapkan program tersebut bisa tepat sasaran. "Idealnya harus dilakukan kajian terlebih dahulu guna memastikan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya untuk program RTLH tersebut, termasuk luasan kawasan kumuh,"ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....