Kampung Nelayan Kenjeran : Nelayan Pilih Tinggal di Hunian sementara saat Melaut

  • 14 Mei 2026 16:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya. Berderet rumah-rumah dengan struktur tidak permanen tampak berdiri di sepanjang pinggiran pantai. Bangunan-bangunan kayu ini rupanya bukan hunian utama, melainkan tempat tinggal sementara bagi para nelayan setempat.

Ketua RT setempat, Pak Romi, menjelaskan bahwa keberadaan bangunan semi-permanen ini merupakan bentuk adaptasi warga pesisir terhadap kondisi alam yang tidak menentu. Menurutnya, rumah-rumah tersebut hanya ditempati saat para nelayan sedang aktif melaut atau bersiap mencari ikan.

"Di bagian pinggiran pantai Kenjeran ini memang terdapat rumah-rumah sementara. Bangunannya tidak permanen karena hanya ditempati pada saat warga melaut saja," ujar Romi saat ditemui di lokasi.

Keputusan warga untuk tidak membangun hunian permanen di bibir pantai bukan tanpa alasan. Faktor keselamatan dan ancaman fenomena alam menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat Kenjeran.

Pak Romi menyebutkan bahwa risiko air laut pasang atau banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu membuat warga enggan mendirikan bangunan beton yang kokoh di titik tersebut. "Alasannya karena takut kalau sewaktu-waktu air laut pasang," ucapnya singkat.

Meski hanya bersifat sementara, keberadaan rumah-rumah ini menjadi bagian penting dari denyut ekonomi sektor perikanan di Surabaya. Di sanalah para nelayan beristirahat sejenak, memperbaiki jaring, atau memantau kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

Saat ini, warga berharap adanya perhatian lebih terkait mitigasi bencana di area pesisir, sehingga aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan tanpa harus merasa cemas akan ancaman pasang air laut yang bisa merusak harta benda mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....