Umat Katolik di Tuban Diminta Mewartakan Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus

  • 14 Mei 2026 11:00 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Ratusan umat Katolik di Kabupaten Tuban merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dengan khidmat di Gereja Katolik Santo Petrus, Kamis, 14 Mei 2025. Ibadah yang dikemas dalam Perayaan Ekaristi tersebut berlangsung secara bertahap mulai pukul 07.00 hingga 18.30 WIB dengan fokus utama pada doa bersama.

‎‎Pastor Gereja Katolik Tuban, Romo Stefanus Cholik Kurniadi, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini memang dikhususkan pada kegiatan berdoa tanpa dibarengi dengan kegiatan seremonial tambahan lainnya. "Hari ini kami hanya fokus doa bersama, dan tidak dibarengi dengan kegiatan lainnya," ujarnya.

‎‎Dalam pesan gembalanya, Romo Cholik juga mengajak seluruh umat Katolik untuk membaharui kembali "tugas perutusan". Hal ini mencakup komitmen untuk mewartakan peristiwa sengsara, wafat, hingga kebangkitan Kristus sebagai wujud nyata karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

‎‎Menurutnya, makna internal dari hari raya ini adalah agar umat kembali mengalami kasih Allah yang menyelamatkan dalam kehidupan sehari-hari. "Jika kita sudah dikasihi oleh Allah, maka kewajiban kita adalah mengasihi sesama melalui karya kebaikan. Menjadi saksi yang benar dan baik dapat diwujudkan lewat tutur kata serta tindakan nyata," ujarnya.

‎‎Lebih lanjut, Romo Cholik juga menekankan pentingnya Dialog Iman dan Dialog Kehidupan dengan sesama warga negara, termasuk dalam konteks lintas agama. Ia mendorong umat untuk terus membawa perdamaian, memiliki jiwa pemaaf, dan hidup dalam sukacita.

Romo Cholik saat bersama anak-anak usia beribadah. (Foto: RRI/Witra)

‎Ia juga mengutip nats Kitab Suci dari Yakobus 2:26 yang berbunyi, "Tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan adalah mati." Ayat ini menjadi landasan bagi umat Katolik untuk memastikan bahwa iman yang mereka miliki tidak berhenti pada ucapan, melainkan diwujudkan dalam kontribusi positif bagi bangsa.

‎Aksi nyata dalam dialog kehidupan ini dianggap sangat krusial di tengah keberagaman anak bangsa. Ia meyakini bahwa dialog yang didasari oleh semangat kasih dan damai akan menumbuhkan persaudaraan yang erat.

‎‎"Dialog yang dilandasi kasih akan menumbuhkan sukacita hidup bersama dalam persaudaraan," katanya.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, tercatat sekitar 300 jemaat hadir memenuhi Gereja Katolik Santo Petrus Tuban untuk mengikuti rangkaian doa Ekaristi tersebut. Ibadah berjalan dengan tertib dan penuh kedamaian, terlebih juga mendapatkan penjagaan dari aparat kepolisian.

Sementara itu, Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santo Petrus Tuban, Tesa, Sinta, Riki dan Mahes mengatakan, jika peringatan ini dapat meningkatkan iman katolik mereka terhadap Tuhan. Selain itu kepedulian antar sesama juga turut tumbuh seperti memberikan pelayanan terhadap sesama umat.

‎"Pelayanan ini dalam bentuk ikut serta mengikuti paduan suara, menjadi pensyiar putra putri altar, dan melakukan tata tertib di gereja. Selain itu juga membantu umat yang kesulitan mencari tempat duduk saat hendak beribadah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....