Gelombang Laut Tuban Naik, Nelayan Diminta Membatasi Aktivitas Melaut
- 07 Jun 2026 19:39 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kantor Meteorologi Tuban mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan tinggi gelombang laut yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Tuban dan sekitarnya. Kondisi perairan yang tidak menentu ini telah terpantau sejak dua hari terakhir, dan berdampak pada aktivitas para nelayan.
Kepala BMKG Tuban, melalui Prakirawan di BMKG Stasiun Meteorologi, Arbi Susilo Widayat menjelaskan bahwa fenomena gelombang tinggi ini dipicu oleh faktor dinamika atmosfer, khususnya pergerakan angin yang terjadi di wilayah Laut Jawa. Berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan oleh tim meteorologi, kondisi kecepatan angin di wilayah tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan.
"Berdasarkan analisis kami, kondisi angin di wilayah Laut Jawa sejak hari Kamis hingga Sabtu ini terpantau berada pada kisaran 19 hingga 35 knot. Kecepatan angin yang cukup kencang inilah yang menjadi faktor utama pemicu peningkatan tinggi gelombang di perairan Laut Jawa, termasuk yang berdampak langsung ke wilayah pesisir kita," ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah mitigasi dengan menyebarluaskan peringatan dini kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait serta masyarakat umum melalui kanal media sosial resmi BMKG. Informasi mengenai potensi cuaca buruk ini telah disampaikan sejak Kamis pagi, saat gelombang di pesisir Kabupaten Tuban mulai menunjukkan peningkatan ke kategori sedang.
"Kami mencatat peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir Kabupaten Tuban berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Kami sangat menaruh perhatian besar terhadap dampak yang ditimbulkan dari fenomena gelombang tinggi ini, khususnya bagi warga yang beraktivitas di wilayah pesisir," tambahnya.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. BMKG juga meminta agar warga, terutama nelayan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, untuk membatasi atau menghindari aktivitas di laut untuk sementara waktu demi keamanan dan keselamatan jiwa hingga kondisi perairan kembali normal.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. "Kami berharap masyarakat selalu memperbarui informasi mengenai kondisi gelombang dan cuaca terkini melalui layanan resmi kami. Berdasarkan prakiraan kami, kondisi gelombang tinggi ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga tanggal 10 Juni 2026 mendatang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....