NTB Terus Galakkan Gerakan Makan dan Budidaya Ikan

  • 12 Mei 2026 23:39 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi NTB periode 2026–2031
  • Lantik Istri Jadi Ketua FORIKAN, Gubernur Genjot Gerakan Makan dan Budidaya Ikan
  • Pemprov NTB siapkan Peraturan Gubernur tentang penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat

‎RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi NTB periode 2026–2031 di Mataram, Selasa, 12 Mei 2026. Iqbal mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat gerakan konsumsi ikan sekaligus mendorong pengembangan budidaya perikanan sebagai penopang gizi masyarakat dan ekonomi daerah.

‎Melihat NTB memiliki peluang besar mengembangkan sektor budidaya perikanan, baik air tawar maupun perikanan laut. Iqbal menilai, pengembangan sektor tersebut perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, FORIKAN, dan masyarakat.

‎“Kesempatan kita memperluas budidaya perikanan sangat besar. Bersama FORIKAN kita bisa mendorong budidaya perikanan berkembang lebih luas,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur tentang penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat yang ditargetkan terbit pada Juli mendatang. Dalam regulasi itu, kebutuhan bahan pangan masyarakat diharapkan dapat dipasok melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut Iqbal, peningkatan konsumsi ikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dampaknya memang tidak langsung terlihat, namun akan berpengaruh besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat pada masa mendatang.

Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang sejak lama memberi perhatian serius pada pemenuhan gizi masyarakat, termasuk konsumsi ikan yang kaya protein dan omega tiga. Karena itu, ia mendorong FORIKAN membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat budaya makan ikan di tengah masyarakat.

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah gerakan konsumsi menu ikan minimal satu kali dalam sepekan di lingkungan keluarga dan sekolah. Menurut Iqbal, gerakan tersebut harus diikuti kesiapan budidaya ikan di tingkat desa dan kecamatan agar pasokan tetap terjaga.

“Ikan laut memang kaya omega tiga, tetapi ikan air tawar juga memiliki nilai gizi yang baik dan sangat dianjurkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga menilai inovasi olahan berbasis ikan perlu diperkuat agar lebih diminati masyarakat, terutama anak-anak. Iqbal mengatakan riset dan pengembangan menu berbahan ikan menjadi penting untuk menghadirkan makanan sehat, bergizi, terjangkau, sekaligus menarik.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat NTB. Menurut dia, berbagai konsep pengembangan budidaya ikan seperti nila, patin, dan lele telah tersedia dan tinggal diperkuat implementasinya di lapangan.

Ketua FORIKAN NTB periode 2026–2031, Sinta Agathia, mengatakan organisasinya akan fokus memperkuat inovasi dan edukasi konsumsi ikan, khususnya bagi anak-anak. Ia menyoroti masih ditemukannya kasus gizi buruk di sejumlah wilayah pesisir yang sebenarnya dekat dengan sumber protein ikan.

Karena itu, FORIKAN akan mendorong pengembangan olahan ikan yang lebih menarik sekaligus memperluas kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat.

“Ada banyak inovasi menu berbasis ikan memiliki kandungan gizi baik. Inovasi seperti ini perlu kita dukung untuk membantu mengurangi masalah gizi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Sinta.

FORIKAN, kata dia, juga akan terus turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan edukatif untuk mendukung terwujudnya generasi NTB yang sehat, cerdas, dan unggul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....