Desa Kamalu Dorong Perbaikan DTSEN lewat Coaching Clinic
- 12 Mei 2026 18:39 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Desa Kamalu, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, menggelar Coaching Clinic Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) bagi desa se-Kecamatan Ogodeide, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Desa Kamalu itu dilaksanakan di Kantor Desa Kamalu bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Tri Wahyudi dan Arifuddin Biki. Sebanyak sembilan operator SIKS-NG desa se-Kecamatan Ogodeide bersama pendamping sosial turut mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lima jam tersebut.
Kepala Desa Kamalu Rusli Laindjong mengatakan coaching clinic digelar karena masih banyak kendala yang dihadapi operator desa dalam pengelolaan data bantuan sosial melalui aplikasi SIKS-NG.

Menurut Rusli, berbagai persoalan yang sering muncul di antaranya terkait proses usulan bantuan sosial, pertanyaan masyarakat mengenai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan perubahan desil, hingga penyebab bantuan sosial dihentikan.
“Pembelajaran secara daring selama ini dirasakan kurang optimal karena operator desa membutuhkan simulasi langsung terhadap kasus-kasus yang dihadapi di lapangan,” ujar Rusli.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli yang telah mendukung pelaksanaan coaching clinic di Desa Kamalu. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu operator desa dalam meningkatkan pemahaman teknis sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan data sosial masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai penanganan bantuan sosial gagal verifikasi rekening, perpindahan domisili penerima manfaat, monitoring penyaluran bantuan sosial, hingga pemanfaatan berbagai menu dalam aplikasi SIKS-NG.
Narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Arifuddin Biki, menjelaskan bahwa coaching clinic merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi SIKS-NG yang dilaksanakan di Palu pada 15–16 April 2026. Dalam rapat tersebut terdapat sejumlah perubahan pada aplikasi maupun mekanisme pelaksanaannya.
“Selama ini banyak pertanyaan dari operator desa yang disampaikan melalui WhatsApp terkait materi yang telah dijelaskan, namun belum sepenuhnya dipahami. Karena itu, penjelasan secara tatap muka melalui coaching clinic dinilai penting agar operator desa lebih memahami penggunaan aplikasi serta penyelesaian berbagai kendala di lapangan,” jelas Arifuddin.
Sementara itu, Kepala Bidang Dayasos Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Tri Wahyudi, berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah desa, operator SIKS-NG, pendamping sosial, dan Dinas Sosial. “Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi pemutakhiran data, koordinasi verifikasi, serta pembagian wewenang yang jelas sehingga pelayanan sosial kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....