Sejarah Tragedi Trisakti 12 Mei 1998
- 12 Mei 2026 08:40 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Setiap tanggal 12 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Tragedi Trisakti. Melansir laman resmi Universitas Trisakti, peringatan ini menjadi bentuk penghormatan atas peristiwa penembakan mahasiswa saat aksi demonstrasi pada 12 Mei 1998 yang menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.
Peristiwa tersebut menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti serta menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Keempat mahasiswa yang gugur adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.
Saat itu, ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuju Gedung Nusantara DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti. Mereka melakukan long march secara damai dari kampus menuju lokasi aksi. Namun, pergerakan massa dihadang oleh blokade aparat kepolisian dan militer.
Situasi kemudian memanas ketika massa mulai mundur dan aparat bergerak maju. Aksi pun berubah tragis karena aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah mahasiswa.
| Baca juga: Hari Bersejarah Guyana untuk Kemerdekaan |
Peristiwa berdarah ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong runtuhnya rezim Orde Baru sekaligus membuka jalan lahirnya era Reformasi di Indonesia. Tragedi Trisakti juga menjadi simbol pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) serta kebebasan menyampaikan pendapat.
Hingga kini, Tragedi Trisakti terus diperingati sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang reformasi yang telah berkorban demi masa depan bangsa. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menegakkan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....