PLN EPI Bergerak Tanam 2500 Pohon Cemara Udang Redam Abrasi di Pesisir Lombok

  • 11 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Komitmen menjaga lingkungan pesisir kembali ditegaskan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui aksi nyata penanaman 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program MenEPI untuk Bumi 2026 dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati, sekaligus upaya strategis melindungi garis pantai dari ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan.

Aksi penghijauan tersebut tidak dilakukan sendiri. PLN EPI menggandeng pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pesisir, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan pemilihan Pantai Induk Lombok bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki peran penting dalam rantai pasok energi primer sekaligus menghadapi tekanan abrasi yang cukup serius.

“Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya,” ujarnya. Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, wilayah Jeranjang memiliki posisi strategis dalam sistem energi nasional karena menjadi lokasi operasional PLTU Jeranjang yang disuplai biomassa oleh PLN EPI. Pembangkit tersebut diketahui menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.

“Energi primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam, namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” katanya menegaskan.

Pemilihan cemara udang sebagai tanaman utama bukan tanpa pertimbangan ilmiah. Jenis vegetasi ini dikenal memiliki kemampuan ekologis dalam menahan abrasi, meredam terpaan angin laut, serta memperkuat ketahanan garis pantai terhadap gelombang.

Di sisi lain, kondisi abrasi di kawasan Pantai Induk Lombok telah menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai terus tergerus hingga mendekati permukiman warga.

“Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata,” katanya.

Ia menilai, langkah rehabilitasi pesisir melalui penanaman pohon menjadi harapan baru untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Abdul Wahab, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Sahlandi. Ia menilai kegiatan ini memberi harapan bagi masyarakat pesisir yang selama ini terdampak abrasi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” ujarnya.

Ia berharap, pemulihan lingkungan pesisir dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sehingga berdampak langsung pada perekonomian warga.

“Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” katanya mengakhiri.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi wujud nyata komitmen PLN EPI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, langkah ini menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

Bagi PLN EPI, menjaga pesisir hari ini bukan hanya soal lingkungan, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan energi dan kehidupan generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....