Mensos: Penyaluran Bansos Harus Mengacu pada DTSEN

  • 11 Mei 2026 11:50 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan seluruh program bantuan sosial harus berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan agar penyaluran bansos tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pamekasan, Minggu, 10 Mei 2026. Ia mengakui penyaluran bansos banyak yang tidak tepat sasaran berdasarkan data akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025.

"PKH dan sembako itu 45 persen tidak tepat sasaran. PIP 43 persen. BBM 82 persen. Listrik 58 persen. Elpiji 60 persen. Ini ditengarai tidak tepat sasaran," ujarnya.

Baca: https://rri.co.id/sampang/regional/2403825/mensos-sekolah-rakyat-untuk-fakir-miskin-dan-anak-terlantar

Berbekal data itu, kata Gus Ipul, presiden telah membentuk tim percepatan digitalisasi bansos serta mengukur menggunakan DTSEN untuk penyalurannya agar lebih tepat sasaran.

"Di zaman saya ini, atas arahan presiden, saya mau koreksi data-data ini, supaya bantuan sosial tepat sasaran," katanya menambahkan.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menekankan, ke depan penyaluran bansos hanya mengacu pada DTSEN seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.

Baca juga: https://rri.co.id/sampang/regional/2404749/mensos-ajak-kiai-berkontribusi-untuk-sekolah-rakyat

Ia menyampaikan, DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara, kementerian dan pemerintah daerah ditugaskan untuk melakukan pemutakhiran data.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....