Mensos: Sekolah Rakyat untuk Fakir Miskin dan Anak Terlantar

  • 10 Mei 2026 18:36 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga miskin dan anak terlantar.

Hal itu disampaikan Gus Ipul pada acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi, di Auditorium UIN Madura, Minggu, 10 Mei 2026.

"Pada dasarnya Sekolah Rakyat untuk mereka yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan terlantar.

Ke depan, pihaknya mengajak para kiai di Madura ikut berkontribusi untuk sekolah rakyat, mengingat sistem pendidikan yang diterapkan seperti di pesantren dengan melibatkan ustaz atau pengajar agama dalam pembinaan karakter siswa.

Sementara itu Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menyampaikan bahwa saat ini ada dua lokasi yang dikaji untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Pamekasan.

"Kami ada gambaran dua titik untuk lahan Sekolah Rakyat. Semoga sebelum bulan Oktober sudah bisa direalisasikan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Mensos juga menjelaskan jalur pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan secara partisipatif dan berjenjang.

Proses ini melibatkan pengusulan dari tingkat desa/kelurahan, verifikasi dinas sosial, hingga penetapan oleh Badan Pusat Statistik, yang bertujuan mengintegrasikan data untuk akurasi bantuan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....