Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Rampung Akhir Mei
- 10 Mei 2026 17:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Rampung Akhir Mei
- Pengerjaan jalan Lenangguar-Lunyuk
- Ruas jalan Provinsi di Kabupaten Sumbawa
RRI.CO.ID, Sumbawa - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menargetkan penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa selesai pada akhir Mei 2026. Pemerintah Provinsi NTB menekankan pembangunan jalan ke depan tidak hanya berorientasi pada pengaspalan, tetapi juga mitigasi bencana dan perlindungan konektivitas ekonomi masyarakat.
Saat meninjau langsung progres pekerjaan, Sabtu, 9 Mei 2026, Iqbal melihat kondisi badan jalan, titik rawan longsor, sistem drainase, hingga penguatan lereng di sejumlah lokasi. Di lapangan, alat berat tampak melakukan pembersihan material longsor, penataan badan jalan, pemasangan bronjong, dan pembangunan drainase.
“30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap,” kata Iqbal.
Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan jalur strategis penghubung wilayah selatan Sumbawa yang menopang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian antarwilayah. Menurut Iqbal, kerusakan jalan di kawasan tersebut tidak hanya disebabkan kondisi permukaan jalan, tetapi juga struktur lereng yang labil.
“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta titik-titik rawan longsor dipetakan lebih dahulu agar penanganan lebih efektif. Pemerintah, kata dia, tidak bisa lagi membangun jalan tanpa memperhitungkan sistem drainase dan kondisi geografis wilayah.
“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.
Iqbal juga menyoroti pentingnya pengawasan dini terhadap kerusakan di sisi kiri dan kanan jalan. Menurut dia, penanganan lebih awal akan menekan biaya perbaikan.
“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.
Selain aspek mitigasi, Gubernur menilai ruas Lenangguar–Lunyuk berperan penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat musim panen. Ia meminta percepatan penanganan pada salah satu titik jalan yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil pertanian.
“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas,” kata Iqbal.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB memastikan pekerjaan terus dipercepat sesuai target akhir Mei 2026. Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer.
Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi NTB dengan nilai sekitar Rp19 miliar. Iqbal mengatakan pemerintah daerah juga akan memperkuat sistem pemeliharaan jalan provinsi melalui dukungan anggaran dan pengadaan alat pemeliharaan secara bertahap.
Menurutnya, anggaran daerah seharusnya lebih banyak diarahkan untuk membuka konektivitas baru dan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. “Lebih baik anggaran kita dipakai membuka keterhubungan wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....