Gubernur Pramono Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan hingga Kelestarian Lingkungan

  • 10 Mei 2026 06:06 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri kegiatan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman dalam rangka Peringatan Syukur ke-219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta di Paroki Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan”.

Acara itu turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, serta diikuti sekitar 3.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Peserta terdiri atas umat paroki se-Keuskupan Agung Jakarta, tokoh agama, perwakilan penghayat kepercayaan, Forum Kerukunan Umat Beragama, instansi pemerintah, hingga Kementerian Agama Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan meliputi jalan santai dan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan toleransi lintas iman di Jakarta.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, gerakan penanaman pohon dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

“Gerakan penanaman pohon dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan menjadi langkah sederhana, tetapi bermakna dalam merawat bumi,” ujar Gubernur Pramono.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengajak Keuskupan Agung Jakarta dan masyarakat mendukung gerakan pilah sampah di Jakarta yang akan dideklarasikan pada Minggu, 10 Mei 2026, di kawasan Rasuna Said, Jakarta.Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan kualitas hidup warga di Jakarta.

Ia turut mengapresiasi peran Keuskupan Agung Jakarta dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Jakarta. Menurutnya, suasana damai dan harmonis di lingkungan Katedral Jakarta mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Jakarta.

“Jakarta kini menjadi kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura. Hal itu tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk Keuskupan Agung Jakarta, dalam menjaga toleransi dan keharmonisan sosial,” ujarnya.

Sebagai penutup, Pramono mengajak masyarakat terus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keberagaman.Hal itu sebagai upaya untuk membangun Jakarta yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....