Buku Manajemen Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Budaya Siaga dari Akar Rumput
- 08 Mei 2026 21:29 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di Indonesia kembali mendapat dorongan melalui peluncuran buku Manajemen Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas, karya kolaborasi strategis dari para penulis antara lain, Prof. Arief Wibowo, pakar Kebencanaan dari Budi Luhur University, Kolonel Agung Nur Cahyono sebagai Asisten Teritorial Kasdam XXIV Mandala Trikora dan Agus Wiradi, pegiat kebencanaan dari komunitas relawan/potensi SAR Rumah Cakrawala.
Buku ini menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan dari tingkat komunitas sebagai garda terdepan menghadapi situasi darurat bencana, yang diterbitkan sebagai respons atas realitas Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerawanan multi-bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga berbagai kondisi darurat lainnya.
Para penulis menyoroti bahwa besarnya dampak bencana tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ancaman, tetapi juga oleh tingkat kesiapan masyarakat dalam merespons secara cepat, terorganisir, dan efektif. Menurut penulis, komunitas merupakan first responder atau pihak pertama yang paling dekat dengan lokasi kejadian sebelum bantuan eksternal tiba.

Karena itu, kesiapsiagaan berbasis komunitas dinilai menjadi pendekatan strategis dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.
Apresiasi terhadap buku ini datang dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii saat peluncuran buku dirangkaikan dengan acara Talk Show dan Bedah Buku yang digelar secara hybrid pada Kamis, 7 Mei 2026 di kampus Budi Luhur University, serta diikuti peserta secara daring. Ia menilai bahwa penguatan kesiapsiagaan masyarakat merupakan elemen vital dalam mendukung efektivitas misi pencarian dan pertolongan.
“Kesiapsiagaan adalah fondasi utama dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan. Semakin siap masyarakat menghadapi kondisi darurat, semakin besar peluang penyelamatan jiwa dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Buku ini menjadi kontribusi penting dalam membangun kesadaran sekaligus kapasitas masyarakat,” ujar Mohammad Syafii, dalam keterangan resminya, Jum'at, 8 Mei 2026.

Acara bedah buku ini menjadi forum diskusi strategis yang mempertemukan unsur akademisi, praktisi kebencanaan, aparat, relawan, dan masyarakat umum untuk membahas implementasi kesiapsiagaan berbasis komunitas sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Melalui buku ini, para penulis berharap lahir lebih banyak komunitas tangguh yang mampu menjadi aktor utama dalam perlindungan masyarakat dengan kemampuan yang teruji, terarah dan terkondisikan dengan kesiapasiagaan dalam menghadapi bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....