Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Jakbar Diberi Elektrolit Anti-Stres
- 08 Mei 2026 16:02 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang hari Raya Idul Adha 2026, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat memberikan vitamin berupa elektrolit anti-stres kepada hewan kurban di sejumlah di sejumlah tempat penampungan di kawasan Jakarta Barat.
“Kita ada pemberian vitamin. Pemberian vitamin itu elektrolit sebagai anti-stres hewan. Karena kan hewan itu dari luar kota, jadi butuh beradaptasi,” kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti saat dikonfirmasi, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, elektrolit diberikan melalui air minum hewan dengan dosis tertentu agar tetap aman dan efektif menjaga kondisi ternak. “Itu kita kasih elektrolit lewat minumannya. Jadi satu gram itu untuk dua liter air,” katanya.
Selain pemberian vitamin, kata Tanti, pihaknya juga melakukan pengawasan kesehatan terhadap hewan kurban. Jika ditemukan ternak yang sakit, maka hewan tersebut akan dipisahkan dari hewan lain untuk menjalani perawatan.
“Kalau ada yang sakit harus dipisahkan dari hewan-hewan yang sehat. Jadi ada kandang isolasi untuk dipisahkan. Dikasih pengobatan sampai benar-benar sehat, baru bisa digabung lagi,” jelas Tanti.
Pada Kamis ini, lanjutnya, Sudin KPKP Jakarta Barat juga melakukan pemeriksaan hewan kurban di Tempat Penampungan Hewan Kurban (TPnHK) kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari kelengkapan dokumen hingga kondisi fisik hewan kurban.
“Pertama kita cek kelengkapan dokumen, mulai dari sertifikat veteriner, kemudian Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal,” ujarnya.
Petugas juga memeriksa usia hewan melalui kondisi gigi untuk memastikan hewan sudah memenuhi syarat kurban.
“Kalau cukup umur itu kita cek giginya, sudah gupak atau belum. Kalau sudah gupak berarti hewan kurban tersebut sudah bisa dijadikan hewan kurban. Kemudian kita lakukan pelayanan kesehatan ke hewan kurbannya. Sejauh ini memang semuanya sehat,” tutur Tanti.
Selain hewan, kondisi lokasi penampungan juga turut diperiksa untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan ternak.
“Misalnya kita periksa jarak TPnHK dari permukiman, pembuangan limbahnya bagaimana dan yang penting juga tempatnya harus teduh atau punya atap buat hewan kurbannya,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....