Filosofi Persatuan di Balik Rujak Uleg

  • 08 Mei 2026 13:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Festival Rujak Uleg yang rutin digelar setiap perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ternyata tidak sekadar festival kuliner. Di balik kemeriahannya, terdapat filosofi tentang keberagaman dan persatuan masyarakat Kota Pahlawan.

Festival ini pertama kali digelar pada 2004 sebagai upaya melestarikan kuliner khas Surabaya, yakni rujak cingur. Awalnya, kegiatan tersebut berupa tradisi mengulek rujak bersama yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha kuliner.

Namun seiring waktu, festival berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Surabaya. Rujak uleg dipilih karena dianggap merepresentasikan keberagaman masyarakat Surabaya. Campuran buah, sayur, petis, gula merah, cabai, hingga cingur dinilai menggambarkan perbedaan latar belakang masyarakat yang tetap menyatu dalam satu cita rasa.

Pemerintah Kota Surabaya menyebut Festival Rujak Uleg menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana melestarikan warisan kuliner daerah.

“Festival Rujak Uleg merupakan bagian dari upaya menjaga budaya dan memperkuat identitas Kota Surabaya,” demikian keterangan Pemerintah Kota Surabaya dalam publikasinya.

Seiring perkembangannya, festival ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana promosi wisata dan ekonomi kreatif. Ribuan peserta dari komunitas, pelajar, pelaku usaha, hingga wisatawan rutin terlibat setiap tahunnya. Festival Rujak Uleg juga pernah mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui kegiatan mengulek rujak massal dan penggunaan cobek raksasa. Selain itu, rujak cingur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Pada 2026, Festival Rujak Uleg kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) yang disusun Kementerian Pariwisata sebagai bagian promosi event unggulan daerah di Indonesia. Masuknya Festival Rujak Uleg dalam KEN dinilai memperkuat posisi Surabaya sebagai kota yang tidak hanya dikenal lewat sejarah perjuangannya, tetapi juga kekayaan budaya dan kuliner khas daerah.

Dengan perjalanan lebih dari dua dekade, Festival Rujak Uleg kini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol akulturasi budaya dan kebersamaan masyarakat Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....