Dzikir Pagi dan Petang: Perisai Spiritual dan Penenang Hati

  • 06 Mei 2026 07:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Mengawali hari dengan mengingat Sang Pencipta merupakan kunci ketenangan batin bagi setiap Muslim. Hal ini menjadi pembahasan utama dalam program "Cahaya Pagi" di Pro 4 RRI Surabaya edisi Rabu, 02 Mei 2026.

Terhubung bersama narasumber Ustazah Ni'matus Sholihah, S.Fil.I, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pakal Kemenag Kota Surabaya, dialog kali ini mengupas tuntas keutamaan Dzikir Pagi dan Petang. Ustazah Ni'matus menekankan bahwa dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sebuah kebutuhan spiritual.

Menurutnya, mengamalkan dzikir di dua waktu utama ini yakni setelah Subuh dan setelah Ashar bagaikan mengenakan baju besi yang melindungi seorang hamba dari berbagai gangguan, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah. "Dzikir pagi dan petang adalah perisai bagi seorang Muslim. Dengan berdzikir, kita mengundang pertolongan Allah SWT untuk menjaga kita dari godaan setan, marabahaya, hingga rasa cemas yang berlebihan dalam menghadapi dinamika hidup," ujar Ustazah Ni'matus.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kebiasaan ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Banyak ayat yang memerintahkan umat Islam untuk bertasbih memuji Allah pada waktu pagi dan petang. Manfaatnya pun sangat nyata, mulai dari melapangkan rezeki, memberikan kekuatan fisik, hingga mendatangkan rasa syukur yang mendalam.

Dalam sesi dialog, Ustadzah Ni'matus juga memberikan tips bagi masyarakat yang ingin mulai merutinkan amalan ini. Ia menyarankan untuk membaca doa-doa ma'tsurat (yang bersumber dari Nabi SAW) yang kini sudah banyak tersedia di buku saku maupun aplikasi ponsel. Kuncinya adalah istiqomah, meski dimulai dari bacaan yang pendek sekalipun.

"Jangan menunggu waktu luang untuk berdzikir, tapi luangkanlah waktu. Saat sedang dalam perjalanan ke kantor atau saat sedang mempersiapkan keperluan rumah tangga, lisan kita bisa tetap basah dengan dzikrullah," katanya.

Melalui dialog ini, Kemenag Kota Surabaya melalui KUA Kecamatan Pakal berharap masyarakat Surabaya dapat menjadikan dzikir pagi dan petang sebagai gaya hidup. Hal ini diharapkan mampu membangun ketahanan mental dan spiritual warga kota di tengah kesibukan yang padat.

Menutup program Cahaya Pagi, Ustazah Ni'matus mengingatkan bahwa hati yang tenang adalah kunci kebahagiaan. Dengan dzikir yang konsisten, seorang hamba akan merasa selalu disertai oleh Allah SWT, sehingga setiap langkah yang diambil menjadi lebih berkah dan terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....