Al Qur’an Sebagai As Syifa Penyembuh Hati dan Kehidupan Manusia

  • 18 Jun 2026 12:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Al Qur’an tidak hanya menjadi pedoman hidup umat Islam, tetapi juga berfungsi sebagai As Syifa atau obat penyembuh bagi penyakit hati maupun fisik. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wonocolo, Istiqhomah, S.H.I., dalam kajian Cahaya Pagi Pro4 RRI Surabaya, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Istiqhomah, Al Qur’an memiliki berbagai fungsi utama, yakni sebagai petunjuk (Al-Huda), pembeda antara yang benar dan salah (Al-Furqan), pelajaran (Al-Mau’idhah), serta penyembuh (As-Syifa). Keempat fungsi tersebut menjadi bekal bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan yang selaras dengan tuntunan Allah SWT.

“Al Qur’an merupakan penawar bagi penyakit hati seperti keraguan, kesombongan, dengki, hingga kecemasan. Selain itu, dengan izin Allah, Al Qur’an juga menjadi sarana memohon kesembuhan dari berbagai penyakit fisik melalui bacaan dan doa yang benar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fungsi Al Qur’an sebagai As Syifa ditegaskan dalam sejumlah ayat, di antaranya QS. Al-Isra’ ayat 82, QS. Yunus ayat 57, dan QS. Fushshilat ayat 44. Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an menjadi rahmat sekaligus penyembuh bagi orang-orang yang beriman.

Lebih lanjut, Istiqhomah mengungkapkan bahwa para ulama menjelaskan makna penyembuhan dalam Al Qur’an mencakup dua aspek, yaitu penyembuhan rohani berupa pembersihan hati dari penyakit batin, serta penyembuhan jasmani sebagai ikhtiar memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui ayat-ayat suci.

Agar manfaat Al Qur’an dapat dirasakan secara optimal, umat Islam dianjurkan membangun interaksi yang intens dengan kitab suci tersebut melalui empat cara, yaitu mendengarkan bacaan Al Qur’an, membacanya dengan tartil, mentadabburi maknanya, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesembuhan melalui Al Qur’an tidak hanya bergantung pada bacaan, tetapi juga memerlukan keimanan, keyakinan yang kuat, keikhlasan, dan kesungguhan dalam mengamalkan ajaran-ajarannya. Dengan demikian, Al Qur’an benar-benar menjadi rahmat dan penawar bagi kehidupan,” tutup Istiqhomah.

Melalui pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan semakin dekat dengan Al Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman sekaligus sumber ketenangan jiwa. Dengan memperkuat interaksi terhadap Al Qur’an, diharapkan lahir pribadi yang sehat secara spiritual, tangguh menghadapi persoalan hidup, serta senantiasa memperoleh rahmat dan petunjuk dari Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....